SUKAPURA, Radar Bromo- Penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo selama sepekan pascalibur Lebaran, menghasilkan hampir satu ton sampah dari area wisata.
Total sebanyak 963 kilogram sampah berhasil dikumpulkan selama proses pembersihan.
Kawasan Gunung Bromo ditutup mulai Senin (6/4) pukul 09.00 hingga Minggu (12/4) pukul 10.00.
Penutupan dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) untuk pemulihan ekosistem setelah tingginya kunjungan wisatawan.
Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan, penutupan itu dilakukan untuk memberi waktu pada lingkungan melakukan pemulihan alami.
Selain itu, penutupan juga dimanfaatkan untuk membersihkan kawasan dari sampah.
“Penutupan ini untuk pemulihan ekosistem di sana, sekaligus pembersihan kawasan dari sampah,” ujarnya.
Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama Pranata merinci, jumlah sampah yang terkumpul berasal dari sejumlah titik.
Di antaranya, 425 kilogram dari lautan pasir, area parkir jip, dan Pura Poten.
Kemudian, 115 kilogram dari jalur Bungkah hingga Widodaren. Selain itu, sebanyak 225 kilogram sampah dikumpulkan dari kawasan Jemplang, Watu Gede, Bantengan, dan Watangan. Sementara dari kawasan Pananjakan terkumpul 198 kilogram.
Pembersihan dilakukan secara manual oleh 128 personel gabungan yang terdiri atas petugas BB TNBTS, pelaku wisata, dan masyarakat sekitar.
Sampah yang terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik dan diangkut menggunakan kendaraan.
“Seluruh sampah kemudian dibawa ke TPA Poncokusumo,” kata Endrip.
Setelah pembukaan kembali kawasan wisata, pihak BB TNBTS mengimbau pengunjung agar lebih peduli terhadap kebersihan. Salah satu caranya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Pengunjung juga dianjurkan membawa kembali sampah keluar kawasan. Mengingat area konservasi tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan.
Selain itu, pelaku wisata seperti pengemudi jip telah menyediakan kantong sampah di dalam kendaraan untuk menampung sampah wisatawan. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi