KEDOPOK, Radar Bromo - Seekor ular kobra menggegerkan warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
Rabu (8/4) malam, reptil berbisa itu masuk ke dapur rumah Fitri, 35. Khawatir membahayakan, pemilik rumah segera meminta bantuan Damkar Satpol PP Kota Probolinggo.
Petugas Tindak Internal (PTI) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nurul Purwantoro mengatakan, laporan diterima melalui call center sekitar pukul 22.10.
Tim langsung bergerak menuju lokasi membawa alat pelindung diri serta peralatan evakuasi.
“Kami langsung berangkat ke lokasi dengan membawa APD dan alat penjepit untuk penanganan ular,” ujarnya.
Keberadaan ular ini diketahui bermula ketika pemilik rumah mendengar sejumlah barang di dapur tiba-tiba berjatuhan.
Saat dicek, ternyata terdapat seekor ular yang bersembunyi di bawah meja dapur. Diduga ular tersebut berasal dari saluran drainase di sekitar rumah.
Nurul menjelaskan, berdasarkan keterangan pemilik rumah, ular sempat menunjukkan perilaku khas dengan berdiri, sehingga pemilik mengenalinya sebagai jenis kobra.
“Karena sempat berdiri, pemilik langsung yakin itu ular kobra. Khawatir dipatok, akhirnya memilih melapor ke kami,” jelas Nurul.
Dalam proses evakuasi, petugas harus terlebih dahulu menggeser meja dapur untuk menjangkau posisi ular. Setelah area terbuka, ular dengan panjang sekitar 1,5 meter itu berhasil ditangkap.
Namun proses penangkapan tidak berjalan mudah. Ular sempat memberikan perlawanan dengan menyemburkan bisa ke arah petugas.
“Memang ular jenis ini memiliki mekanisme pertahanan dengan menyemburkan bisa. Tapi kami sudah terlatih dan mengantisipasi hal tersebut, sehingga penanganan tetap berjalan aman,” katanya.
Proses evakuasi berlangsung cepat, sekitar 20 menit dan selesai pada pukul 22.30. Setelah berhasil diamankan, mulut ular dilakban untuk mencegah serangan lanjutan. Sekitar 10 menit kemudian, kondisi di lokasi dinyatakan kembali aman dan terkendali.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Baik petugas maupun pemilik rumah dalam kondisi aman. Ular langsung kami evakuasi ke mako,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga