TIRIS, Radar Bromo–Aliran air bersih ke 5 ribu pelanggan perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo terganggu. Itu lantaran pipa gravitasi milik perumdam di Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, pecah.
Pipa pecah diduga akibat pergeseran tanah usai hujan. Kerusakan pipa diketahui terjadi pada Selasa malam (7/4).
Saat itu, petugas mendapati debit air pada pipa transmisi tidak normal. Dari situ, petugas langsung melakukan penelusuran untuk mencari sumber masalah.
“Hasil pengecekan pada Rabu (8/4), ditemukan pipa gravitasi berdiameter 500 milimeter pecah di patok 90 Desa Ranugedang. Sehingga membuat aliran air tidak lancar,” terang Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Argapura Agus Hariyanto saat dikonfirmasi Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, kerusakan diduga dipicu pergeseran tanah karena posisi pipa berada di bawah bukit. Sedangkan tanah bergeser diduga terjadi setelah hujan deras turun.
Pipa itu sendiri, menurut Agus, merupakan saluran utama yang menyuplai air ke empat kecamatan. Yaitu, Tiris, Gading, Banyuanyar, dan Maron.
Karena itu, begitu pipa pecah, otomatis distribusi air di wilayah tersebut terganggu. Sekitar 5.000 SR (Sambungan Rumah) pun terdampak.
“Total ada sekitar 5.000 SR yang terdampak gangguan pasokan air karena jangkauan distribusi cukup luas,” jelas Agus.
Saat ini, perbaikan sedang dilakukan oleh tim internal Perumdam Tirta Argapura dengan dukungan teknisi dari Malang untuk mempercepat penanganan.
Fokus pekerjaan adalah memperbaiki titik pipa yang pecah, hingga kembali tersambung dengan kuat.
Setelah perbaikan selesai, petugas akan melakukan uji coba untuk memastikan kekuatan pipa dalam menahan debit air. Jika belum optimal, penguatan tambahan akan dilakukan.
“Proses perbaikan dan uji coba diperkirakan memakan waktu sekitar dua hari. Selama perbaikan itu, gangguan distribusi air akan terjadi. Diperkirakan distribusi air kembali normal pada hari ketiga,” tambahnya.
Namun Agus menyebutkan, proses perbaikan berpotensi mengalami keterlambatan.
Hal ini disebabkan lokasi pipa yang jauh dari akses jalan utama. Medan jalan cukup ekstrem dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi kendala. Pekerjaan perbaikan akan dihentikan sementara apabila cuaca tidak mendukung demi menjaga keselamatan petugas.
“Kami berupaya maksimal agar perbaikan segera selesai. Namun keselamatan pekerja tetap menjadi prioritas. Jika cuaca buruk, pekerjaan dihentikan dan dilanjutkan saat kondisi membaik,” jelasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi