Kentalnya Nuansa Kekeluargaan Halal Bihalal PKDI Jatim di Probolinggo: Perkuat Solidaritas dan Dorong Inovasi Desa

Didik Purwanto • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 20:04 WIB

 

SATU KOMANDO: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berfoto bersama pengurus PKDI Jatim, PKDI Kabupaten Probolinggo dan undangan PKDI dengan slogan Satu komando sampai akhir. (Didik Purwanto/ Radar Bromo)
SATU KOMANDO: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berfoto bersama pengurus PKDI Jatim, PKDI Kabupaten Probolinggo dan undangan PKDI dengan slogan Satu komando sampai akhir. (Foto-foto: Didik Purwanto/ Radar Bromo)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo–Momen Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Jawa Timur untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan.

Kabupaten Probolinggo dapat berkah tersendiri. Sebab, jadi tuan rumahnya. Halal Bihalal dan Ngopi Bareng, ratusan kepala desa itu digelar di Graha Kedaton Maron, Desa Maron Kidul, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/4).

KEARIFAN LOKAL: Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo memasangkan udeng khas Kabupaten Probolinggo kepada Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.
KEARIFAN LOKAL: Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo memasangkan udeng khas Kabupaten Probolinggo kepada Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.

Sebanyak 600 undangan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Dewan Pembina PKDI Pusat Gus Muhammad Yusuf; Ketua PKDI Pusat Sujiono; Ketua PKDI Jawa Timur Dr. Syaifullah Mahdi, S.H., M.M., serta Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris.

Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo, Sanemo, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antarkepala desa. Khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Ia juga mengapresiasi dukungan Bupati Probolinggo dalam menjaga kekompakan para kepala desa.

BERSALAMAN: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo bersalaman di momen Halal bihalal PKDI.
BERSALAMAN: Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Ketua PKDI Kabupaten Probolinggo Sanemo bersalaman di momen Halal bihalal PKDI.

 

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi antar kepala desa, khususnya di Kabupaten Probolinggo. Kami sangat mengapresiasi Bupati yang selalu hadir dan membantu menyatukan kepala desa agar tetap kompak, guyub, rukun, serta bersama-sama mengawal program pemerintah menuju Probolinggo yang SAE,” ujarnya.

Sanemo berharap, pertemuan ini tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja kepala desa dalam pembangunan dan penguatan ekonomi desa. Apalagi, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan kepala desa dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Semoga pertemuan ini membawa harapan baru. Kita bisa lebih optimal dalam pembangunan dan perekonomian desa, serta mampu menghadirkan program-program baru demi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Ia juga menyoroti tantangan berkurangnya dana desa. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kreativitas dan inovasi kepala desa dalam merancang program pembangunan yang berdampak langsung.

“Dana desa saat ini semakin terbatas. Karena itu, kita harus mampu menghadirkan terobosan agar pembangunan dan perekonomian desa tetap berjalan,” tegasnya dengan disambut tepuk tangan undangan.


CEK KESEHATAN: Pengurus PKDI Kabupaten Bojonegoro tertarik ikut chek up kesehatan gratis yang di gelar oleh PKDI Kabupaten Probolinggo di sekitar venue acara.
CEK KESEHATAN: Pengurus PKDI Kabupaten Bojonegoro tertarik ikut chek up kesehatan gratis yang digelar oleh PKDI Kabupaten Probolinggo di sekitar venue acara.

 

Sementara itu, Ketua PKDI Jawa Timur, Dr. Syaifullah Mahdi, menegaskan komitmen organisasinya sebagai mitra strategis pemerintah.

Ia menyebut, seluruh anggota PKDI memiliki kewajiban moral untuk menyukseskan program dan visi-misi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Arah perjuangan PKDI adalah membantu dan mensukseskan program pemerintah. Itu menjadi kewajiban bagi seluruh anggota PKDI,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan tersebut mencakup seluruh lini pemerintahan, mulai dari Presiden hingga kepala daerah. Selain itu, PKDI juga diharapkan turut menjaga keamanan dan ketertiban bersama TNI dan Polri.

SINERGI : Ketua Dewan Pembina PKDI Pusat Gus Muhammad Yusuf (baju hitam) bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, bersama pengurus DPD PKDI Jawa Timur dan DPC PKDI Kabupaten Probolinggo.
SINERGI : Ketua Dewan Pembina PKDI Pusat Gus Muhammad Yusuf (baju hitam) bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, bersama pengurus DPD PKDI Jawa Timur dan DPC PKDI Kabupaten Probolinggo.

 

“Kita juga harus ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Meski kondisi saat ini tidak mudah, semangat pengabdian kepada masyarakat tidak boleh surut,” ujarnya.

Tak hanya itu, PKDI juga mendorong penguatan ekonomi internal organisasi. Syaifullah menegaskan, PKDI ingin tampil berbeda dengan memberi perhatian pada pemberdayaan ekonomi anggota.

“PKDI tidak hanya fokus pada pemerintahan desa, tetapi juga pada penguatan ekonomi anggota,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, termasuk dengan pihak yang belum tergabung dalam PKDI.

“PKDI hadir untuk memperkuat persaudaraan. Satu komando sampai akhir,” tegasnya.

Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran PKDI sebagai wadah perjuangan kepala desa. Ia menyebut, meski baru berusia dua tahun, PKDI memiliki kekuatan besar karena dibangun atas dasar persaudaraan.

“PKDI ini memang baru dua tahun, tapi kuat karena berbasis persaudaraan atau ‘sretanan’. Ini yang harus terus dijaga,” katanya.

KOORDINASI: Ketua Dewan Pembina PKDI Pusat Gus Muhammad Yusuf (baju hitam) bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, saat audiensi bersama pengurus DPD PKDI Jawa Timur dan DPC PKDI Kabupaten Probolinggo.
KOORDINASI: Ketua Dewan Pembina PKDI Pusat Gus Muhammad Yusuf (baju hitam) bersama Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, saat audiensi bersama pengurus DPD PKDI Jawa Timur dan DPC PKDI Kabupaten Probolinggo.

 

Gus Haris –sapaan akrab Bupati Probolinggo- juga mengungkapkan potensi besar Kabupaten Probolinggo, dengan bentang wilayah dari pesisir hingga pegunungan. Namun, ia mengakui adanya tantangan, terutama keterbatasan anggaran desa.

“Saat ini dana desa yang fleksibel hanya sekitar 30 persen. Kepala desa harus cerdas mencari solusi dan tidak hanya bergantung pada dana desa,” tegasnya.

Sebagai solusi, ia mendorong pembentukan Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) di setiap desa. Pemerintah daerah, kata dia, siap memfasilitasi kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PTPN dan Perhutani.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, pembangunan yang nyata akan berdampak luas, mulai dari peningkatan ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kepercayaan masyarakat hilang, dampaknya besar. Karena itu, desa harus terus bergerak dan membangun,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gus Haris mengajak seluruh kepala desa untuk terus bersinergi dan menjadikan PKDI sebagai rumah bersama. “PKDI ini rumah kita bersama. Saya siap mendukung dan mencari solusi bersama kepala desa,” jelasnya. (dik/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
halal bihalal gus haris kepala desa pkdi probolinggo