Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bibit Anggur di Kota Probolinggo Sulit Didapat, Lahan pun Minim, Pemkot Lakukan Ini

Arif Mashudi • Rabu, 8 April 2026 | 11:49 WIB
SAPA WARGA: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyapa warga usai menanam bibit pohon mangga di Kelurahan Jrebang Lor, Kecamatan Kedopok. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)
SAPA WARGA: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyapa warga usai menanam bibit pohon mangga di Kelurahan Jrebang Lor, Kecamatan Kedopok. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

 
KEDOPOK, 
Radar Bromo Upaya Pemkot Probolinggo mengembalikan anggur sebagai ikon daerah, masih menghadapi kendala serius. Target penanaman seribu bibit pohon anggur tahun ini, terancam tidak tercapai akibat sulitnya mendapat bibit.

Selasa (7/4), Pemkot Probolinggo menanam sekitar 100 bibit pohon anggur dan mangga di Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok. Namun jumlah tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengakui bahwa kendala utama dalam program ini yaitu kesulitan memperoleh bibit anggur. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) kota setempat bahkan sampai harus berburu bibit anggur keluar daerah.

 “Kami menargetkan tahun ini bisa menanam seribu bibit pohon anggur. Tapi ternyata kami kesulitan mendapatkan bibitnya,ujarnya saat ditemui di Kebun Anggur Jrebeng Lor.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemkot berupaya memperbanyak bibit melalui metode pencangkokan. Diharapkan, dalam waktu 3-4 bulan ke depan, hasil cangkokan sudah dapat ditanam.

Selain itu, pemkot juga akan memberikan pelatihan kepada masyarakat yang memiliki tanaman anggur. Melalui pelatihan itu, diharapkan perawatan anggur bisa dilakukan dengan optimal. Sehingga hasil panen pun lebih banyak.

Menurutnya, pelatihan ini penting. Sebab, tanaman anggur membutuhkan perawatan khusus agar tetap produktif.

Seperti di rumah dinas, setelah berbuah dan dipanen, pohon anggur langsung dipangkas dan dibersihkan daunnya agar cepat berbuah kembali,jelasnya.

Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati menyampaikan, tidak hanya bibit anggur yang terbatas. Luas lahan anggur di Kota Probolinggo saat ini masih terbatas yakni sekitar 18 hektare.

Ia menambahkan, penanaman yang dilakukan saat ini mencakup lahan seluas 0,61 hektare untuk anggur dan mangga. Ke depan, pihaknya akan terus menambah luasan tanam, meski harus menghadapi keterbatasan lahan dan bibit.

Kami juga mengajukan penggunaan lahan aset pemkot dan mencari bibit hingga ke daerah lain. Namun ketersediaannya memang terbatas,ujarnya. (mas/hn)

Editor : Fahreza Nuraga
#pemkot #mangga #bibit #probolinggo