LUMBANG, Radar Bromo - Upaya penanganan darurat pascalongsor di Jembatan Duren, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus berkembang. Selasa (7/4) siang, rangka jembatan bailey milik TNI telah tiba di lokasi.
Jembatan bailey ini akan difungsikan sebagai akses penghubung sementara. Menggantikan Jembatan Duren yang putus akibat longsor, Sabtu (28/3).
Operator alat berat Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo Tohir Wijaya mengatakan, aliran sungai di bawah jembatan sudah kembali normal setelah material longsor dibersihkan. “Material longsor sudah kami bersihkan menggunakan eksavator,” ujarnya.
Namun akses jalan di atas jembatan masih terputus total. Warga terpaksa memutar dan melintasi jembatan darurat di sisi selatan lokasi. Selasa (7/4), rangka jembatan bailey telah datang dan siap dirakit.
Komandan Kompi (Danki) Zipur 5/ABW Malang Kapten CZI Ronny Malianto mengatakan, rangka jembatan ini didatangkan dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 836/Brahma Yodha di Krucil. Pengiriman dilakukan sejak lima hari terakhir menggunakan truk tronton PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo serta kendaraan TNI.
“Pengiriman bertahap. Pemasangan, rencananya kami mulai Rabu (8/4). Hari ini masih koordinasi dengan seluruh stakeholder. Termasuk pihak Kecamatan Lumbang, terkait teknis pelaksanaan,” ujarnya.
Jembatan bailey yang akan dipasang merupakan tipe 21 dengan konfigurasi 10 petak. Struktur ini terdiri atas dua lapis dinding satu tingkat yang dirancang cukup kuat untuk kebutuhan darurat.
“Lebar total jembatan 5,8 meter dengan lebar jalan 4,2 meter dan panjang 30 meter. Daya dukung maksimal hingga 20 ton,” ujar perwira asal Mataram ini.
Pembangunannya akan melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari Yon Zipur 5/ABW Malang, Yonif TP 836/Brahma Yodha, Kodim 0820, serta Koramil Lumbang. Juga akan didukung oleh Pemerintah Kecamatan Lumbang dan warga sekitar. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan.
“Harapannya, sebelum dua pekan sudah bisa dilalui. Jembatan ini rencananya digunakan sekitar tiga bulan sebagai akses darurat, sambil menunggu perbaikan jembatan permanen oleh pihak PU,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga