PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pemerintah pusat memberlakukan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat. Namun Pemerintah Kota Probolinggo memilih tidak menerapkannya demi menjaga optimalisasi layanan publik.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyebut, kondisi wilayah yang relatif kecil membuat kebijakan tersebut belum mendesak untuk diterapkan.
Menurutnya, fokus pemerintah daerah saat ini adalah menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) melalui pengaturan mobilitas ASN.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu menerapkan program bike to work bagi ASN setiap Selasa dan Kamis.
Selain itu, pemkot juga mengkaji penyediaan transportasi bersama menggunakan kendaraan operasional pemkot Elf dan Hiace bagi ASN yang berdomisili jauh.
Sehingga mereka tidak perlu membawa kendaraan pribadi atau dinas.
“Kami belum tetapkan WFH. Fokus kami sekarang adalah mengurangi penggunaan BBM oleh ASN,” katanya.
Selain itu, Pemkot Probolinggo juga mendorong ASN dan masyarakat untuk kembali menggunakan angkutan kota (angkot) yang saat ini mulai tergerus transportasi daring.
Pemerintah bahkan tengah mengkaji pemberian subsidi berupa karcis, khususnya bagi pelajar yang menempuh perjalanan jauh.
Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya menghemat energi, tetapi juga meningkatkan kembali pendapatan sopir angkot.
Namun seluruh rencana masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Ini sudah kami bahas dengan Dinas Perhubungan. Harapannya, kebijakan ini juga bisa mengangkat kembali pendapatan sopir angkot yang terus menurun,” tambahnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi