KANIGARAN, Radar Bromo - Titik nol Kota Probolinggo selama ini diketahui berada di pertigaan Jalan Panglima Sudirman (Pangsud), tepat di sebelah Rumah Makan Sumber Hidup.
Namun kini, titik nol Kota Probolinggo resmi berpindah ke bundaran Gladak Serang di Kecamatan Kanigaran
Perubahan ini ditetapkan melalui Perda Nomor 1/2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sekaligus sebagai tanda perubahan pusat pemerintahan.
Seperti disampaikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.
Menurutnya, perpindahan titik nol itu sejalan dengan bergesernya pusat pemerintahan dari Kecamatan Mayangan ke Kanigaran.
“Perlu dipahami, sesuai Perda Tahun 2020, titik nol Kota Probolinggo bukan lagi di Jalan Panglima Sudirman. Pusat kota sudah pindah ke Kanigaran, sehingga titik nol juga berada di wilayah tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pusat kota berada di Kecamatan Mayangan.
Namun dengan kebijakan tata ruang terbaru, pusat pemerintahan kini difokuskan di Kanigaran. Dampaknya, arah pembangunan juga bergeser ke wilayah tengah dan selatan kota.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini terus mendorong pembangunan infrastruktur dan aktivitas perekonomian di kawasan tersebut. Sebagai bagian dari penguatan pusat kota baru.
Terkait penanda fisik titik nol, Tyok –panggilan akrabnya- menyebut, pemerintah berencana membangun simbol atau tugu di bundaran Gladak Serang.
Pembangunan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR-PKP setelah Peraturan Wali Kota terkait RTRW diterbitkan.
“Ke depan bisa direncanakan pembangunan identitas atau tugu titik nol di bundaran Gladak Serang,” tambahnya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi