BANYUANYAR, Radar Bromo - Pemenuhan gizi bagi anak-anak dan pelajar menjadi atensi Polres Probolinggo. Kini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Banyuanyar resmi beroperasi dengan sasaran 1.133 penerima manfaat.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan kehadiran SPPG atau dapur makan bergizi gratis (MBG) ini merupakan salah satu upaya kepolisian untuk turut berkontribusi aktif dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di tingkat daerah. Realisasinya berupa SPPG untuk mendukung program peningkatan gizi nasional.
“SPPG Banyuanyar kami resmikan Selasa (31/3). Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Khususnya untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda,” katanya.
SPPG Banyuanyar menyasar 1.133 penerima manfaat. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan optimalisasi program dan sinergi lintas sektor.
Latif memastikan SPPG yang diinisiasi oleh kepolisian ini memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam aspek keamanan dan kualitas pangan.
Setiap proses pengolahan makanan telah melalui standar ketat, mulai dari uji fisik bahan, rapid test, hingga penerapan standar pelayanan kesehatan yang terukur.
“Fasilitas ini bukan sekadar program, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa,” bebernya.
Adanya SPPG ini menjadi bukti bahwa peran kepolisian tidak hanya terbatas pada aspek keamanan. Menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menciptakan generasi unggul melalui pemenuhan gizi yang baik.
“Mudah-mudahan dengan adanya SPPG Banyuanyar kami berharap akan memberikan manfaat yang besar. Khususnya di wilayah Kecamatan Banyuanyar,” tutupnya.
Sebelumnya SPPG Maron Polres Probolinggo juga telah beroperasi. Melayani 1.851 MBG pelajar penerima manfaat, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga SMA atau sederajat.
Polres Probolinggo berharap pendistribusian makanan bergizi dari SPPG kepada penerima manfaat dapat berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan kesehatan anak-anak.
Serta memastikan bahwa makanan yang didistribusikan benar-benar sehat, bergizi, dan sampai kepada para siswa dalam kondisi baik. Karenanya pengawasan terus dilakukan. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid