
LUMBANG, Radar Bromo – Setelah membangun jembatan darurat, kini Pemkab Probolinggo bersiap memasang jembatan bailey di Desa Negororejo, Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Jembatan ini akan dipasang tepat di Jembatan Duren yang ambruk, beberapa waktu lalu.
Saat ini, jembatan darurat berbahan baja itu tengah dikirim dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 836/Brahma Yodha di Krucil. Jembatan dikirim ke Lumbang menggunakan kendaraan berat.
Sebagai persiapan, saat ini normalisasi dilakukan di titik jembatan yang ambruk. Hingga Rabu (1/4), sebuah ekskavator long arm milik Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo diturunkan untuk membersihkan material longsoran yang menutup aliran sungai di bawah jembatan.
“Kami fokus mernormalisasi aliran sungai lebih dahulu agar tidak tertutup material longsoran. Saat ini dilakukan pengerukan menggunakan ekskavator,” terang Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan, Dinas PUPR Perkim Kabupaten Probolinggo R. Nasrullah.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah dampak lanjutan, terutama saat curah hujan tinggi.
Jika material longsoran tidak segera dibersihkan, dikhawatirkan akan menghambat aliran air dan memicu genangan hingga memperparah erosi di sekitar lokasi longsor.
“Kalau tidak segera dibersihkan, bisa mengganggu aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan. Bahkan bisa menggerus tanah di sekitar longsoran lebih luas,” terangnya.
Ia memperkirakan, proses normalisasi sungai selesai dalam waktu 2-3 hari ke depan. Sementara itu, pemasangan jembatan bailey masih menunggu kedatangan material dari Yonif TP 836/Brahma Yodha.
“Pengiriman masih dalam proses dari Krucil. Kemungkinan membutuhkan waktu dua sampai tiga hari hingga tiba di lokasi. Setelah itu, baru kami siapkan penopang jembatan bailey,” jelasnya.
Selama menunggu proses itu, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif yang berada di sisi selatan Jembatan Duren.
Selain itu, BPBD Kabupaten Probolinggo juga telah membangun jembatan darurat dari bambu untuk memfasilitasi mobilitas warga.
Risman, 40, salah satu warga Desa Negororejo mengatakan, jalur alternatif tersebut telah diperbaiki secara swadaya oleh warga. Sehigga kondisinya lebih aman dilalui, terutama saat hujan.
“Kami tambahkan pasir di sepanjang jalur alternatif supaya tidak licin. Kalau hanya tanah, rawan terpeleset saat hujan. Alhamdulillah sekarang sudah cukup aman untuk motor dan pejalan kaki,” ujarnya saat mengikuti kerja bakti. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi