KANIGARAN, Radar Bromo - Kabar soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi per 1 April 2026, mendadak ramai di media sosial. Sebuah dokumen yang beredar luas menyebut harga Pertalite, Pertamax, dan Bio Solar akan meroket. Namun isu tersebut dibantah oleh Pertamina dan dipastikan kabar tersebut hoaks.
Belakangan di media sosial beredar flyer BBM per 1 April, untuk harga Pertalite naik dari Rp 10 ribu per liter menjadi Rp 14 ribu. Bio Solar dari Rp 6.800 per liter menjadi Rp 9.500. Terakhir, Pertamax dari Rp 13 ribu menjadi Rp 16.500 per liter.
Isu ini cepat memicu keresahan. Banyak warga mempertanyakan kebenarannya. Apalagi angka yang tercantum terpaut cukup jauh dari harga saat ini.
“Sudah ramai BBM mau naik per 1 April. Katanya dampak dari perang di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika. Tapi tidak tahu benar-tidaknya. Saya berharap tidak naik, supaya ekonomi tidak semakin berat,” ujar salah seorang warga Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo Sugianto, 37.
Di tengah riuh isu tersebut, Pertamina akhirnya angkat bicara. Perusahaan pelat merah ini memastikan dokumen yang beredar tidak bisa dijadikan acuan. Area Manager Comm Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi mengatakan, sejauh ini belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga BBM nonsubsidi.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sejauh ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” katanya.
Ahad mengingatkan, masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang sumbernya tidak jelas. Terutama yang beredar tanpa konfirmasi resmi. Masyarakat diminta mendapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi.
“Rujukan paling aman tetap berasal dari kanal resmi Pertamina. Dengan begitu, publik tidak terjebak spekulasi yang bisa menyesatkan,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga