Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Probolinggo BERSOLEK Simbol Transformasi Wajah Kota, Wali Kota Ajak Masyarakat Kelola Sampah dari Hulu-Hilir

Evelyn Ridhayanti • Rabu, 1 April 2026 | 16:01 WIB
Logo Probolinggo Kota Bersolek
Logo Probolinggo Kota Bersolek

 

SATU tahun Kota Probolinggo dipimpin oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes.- Wakil Wali Kota Probolinggo Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., M.M. Perlahan membuka kesadaran warga Kota Probolinggo akan pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai budaya utama.

Tagline “Probolinggo BERSOLEKtelah menjadi semangat baru sekaligus simbol transformasi Kota Probolinggo menuju kota yang lebih baik. Kata BERSOLEK sendiri akronim dari Bersih, Elok, Ramah, Sejahtera, Organik, Lestari, Edukatif, dan Kreatif.

Sejak dilantik, dr. Aminuddin berkomitmen menekankan partisipasi aktif masyarakat mengelola sampah dari sumbernya mulai dari hulu ke hilir, melalui kerja sama, kolaborasi, dan gotong royong. Sehingga, Program Probolinggo BERSOLEK berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat.

Komitmen ini secara otomatis selaras dengan program kerja dan berbagai kegiatan dinas pengampu yakni, Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari, S.Pt., M.P. mengatakan, banyak program yang telah digagas Wali Kota.

Ada Gerakan Indonesia Asri, Sehat, Rapi, Indah (ASRI), sebuah program kerja bhakti massal yang dipimpin langsung oleh Wali Kota dr. Aminuddin. Ada pula program Gaya Hidup Sadar Sampah, kebiasaan baik dimulai dari keluarga. Yakni, mengajak masyarakat untuk memilah sampah organiknonorganik dan menggunakan produk daur ulang. Kedua program gagasan Pak Wali ini diperkuat lagi dengan Surat Edaran (SE),” ujarnya.

Selain gagasan program, komitmen mewujudkan Probolinggo BERSOLEK dibuktikan melalui pemenuhan sarana prasarana berupa armada mobilisasi pengangkut sampah melalui Program Satu RW Satu Tossa. Program ini benar-benar memacu masyarakat untuk berperan aktif agar sampah rumah dari lingkungan terkecil RT/RW tidak sampai menumpuk.

Retno mengatakan, program ini terus meluas dan berkembang. Menurutnya, kini Kota Probolinggo sedang menuju satu RW satu bank sampah. Artinya, minimal ada satu kelompok pengelolaan sampah di masing-masing RW.

Hal ini merupakan implementasi turunan dari program unggulan daerah yang dituangkan dalam RPJMD. Yakni, Peningkatan Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan. Program ini kini berkembang ke konsep Pengelolaan Sampah Terpadu Skala Kawasan.

Harapannya, ke depan semua masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Sehingga hanya sampah residu saja yang di buang ke TPA. Sirkular ekonomi pun terjadi melalui fasilitasi kendaraan roda tiga pengangkut sampah tersebut dan memicu terbentuknya Bank Sampah.

Saat ini masih ada 47 bank sampah se-kota Probolinggo. Kalau satu RW satu bank sampah, minimal harus ada 200 bank sampah di Kota Probolinggo. Bila jumlah tersebut terpenuhi, sampah di Kota Probolinggo dapat dikelola dengan baik  50 persen dikelola menjadi kompos, 30 persen masuk bank sampah, dan sisanya 20 persen saja yang masuk ke TPA nanti,jelas Retno.

Di sisi lain, upaya Pemkot mengampanyekan gerakan bebas sampah plastik diwujudkan dalam berbagai kebijakan. Seluruh toko ritel di Kota Probolinggo, sudah tidak menggunakan tas belanja plastik sekali pakai. Bahkan penghijauan sudah melibatkan masyarakat melalui program Satu Pohon Satu Warga.

Kota Probolinggo berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui perencanaan pembangunan rendah karbon yang sukses diimplementasikan, baik melalui efisiensi energi, pengelolaan sampah, hingga perluasan RTH.

Berdasarkan Aplikasi Perencanaan dan Pemantauan Pembangunan Rendah Karbon Indonesia (AKSARA) selama 2025, penurunan GRK Kota Probolinggo berhasil mencapai 473.208,15. Angka ini melampaui target semula 366.851,45.

Tak hanya itu, atas dukungan, kerja keras, dan kolaborasi seluruh masyarakat, Kota Probolinggo juga berhasil meraih Sertifikat Menuju Kota Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. (el/adv) 

Editor : Fahreza Nuraga
#wakil wali kota #probolinggo #wali kota