Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Darurat di Lumbang Pengganti Jembatan Duren yang Ambruk Bisa Dilewati, Akses Roda 2 ke Madakaripura Dibuka

Agus Faiz Musleh • Rabu, 1 April 2026 | 09:16 WIB
BISA DILEWATI: Jembatan darurat di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, sudah bisa dilewati mulai kemarin (31/3), khususnya untuk kendaraan roda dua. Jembatan itu terletak di di sisi selatan Jembatan Duren yang ambruk.  (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
BISA DILEWATI: Jembatan darurat di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, sudah bisa dilewati mulai kemarin (31/3), khususnya untuk kendaraan roda dua. Jembatan itu terletak di di sisi selatan Jembatan Duren yang ambruk. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

LUMBANG, Radar Bromo-Pembangunan jembatan darurat pengganti jembatan duren yang ambruk di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, akhirnya rampung.

Mulai Selasa (31/3), jembatan yang dibangun BPBD bersama warga itu sudah bisa dilewati.

Meski masih terbatas, akses bagi kendaraan roda dua kini kembali terbuka secara bergantian. Bahkan, jalan menuju wisata Air Terjun Madakaripura kembali terbuka.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, pembangunan jembatan darurat itu dilakukan sejak Senin (30/3). Posisinya di sisi selatan Jembatan Duren yang ambruk.

Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 14 meter dengan konstruksi sederhana dari kayu dan bambu.

Ratusan orang dari berbagai elemen gotong royong membangun jembatan itu Senin.

Baca Juga: Warga Nekat Turuni Tebing Jembatan Duren Lumbang yang Ambruk, Saling Bantu Pakai Tangga Bambu

“Jembatan darurat sebagai pengganti sementara untuk masyarakat melakukan aktivitas di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, sudah kami lakukan. Sudah kami buat di sisi selatan jembatan dan selesai,” ujarnya, Selasa (31/3).

Namun keberadaan jembatan darurat ini belum sepenuhnya ideal. Warga harus memutar sekitar 300 meter dari akses semula.

Meski demikian, fasilitas tersebut dinilai cukup membantu dalam kondisi darurat.

“Memang masyarakat memutar agak jauh sekitar 300 meter untuk melewati jembatan darurat ini. Kemarin (Senin, Red) sudah dicoba, insyaallah ini bisa membantu masyarakat, khususnya untuk roda dua,” katanya.

Dengan difungsikannya jembatan tersebut, diharapkan aktivitas masyarakat yang sempat terganggu akibat putusnya akses utama dapat kembali pulih.

“Mudah-mudahan aktivitas masyarakat dapat pulih kembali,” tambahnya.

Sementara itu, penanganan Jembatan Duren sebagai utama masih terus dilakukan. BPBD bersama instansi terkait saat ini fokus pada pembersihan material serta penataan lokasi terdampak.

Ke depan, Pemkab Probolinggo juga merencanakan pembangunan jembatan darurat yang lebih kokoh menggunakan konstruksi bailey.

Proyek tersebut akan melibatkan Kodam V/Brawijaya dan Batalyon Zeni Tempur 5 Malang, dengan panjang jembatan mencapai 36 meter.

“Nanti untuk jembatan daruratnya akan menggunakan jembatan bailey, bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya dan Batalyon Zeni Tempur 5 Malang,” jelasnya.

“Intinya kami akan mencari solusi terbaik bagi masyarakat dalam penanganan jembatan maupun infrastruktur yang terdampak bencana,” imbuhnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#jembatan darurat #lumbang #ambruk #madakaripura #probolinggo