KANIGARAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengklaim pertumbungan ekonomi Kota Probolinggo pada 2025 naik. Bahkan, melebihi angka Provinsi Jawa Timur dan nasional. Sedangkan, angka kemiskinan di Kota Probolinggo dapat ditekan dan diturunkan.
Karena itu, Pemkot terus membutuhkan dukungan masyarakat, ide kreatif, dan pemecahan masalah yang solutif. Kepala Bapperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, pihaknya membuka ruang dialog antara pemangku kepentingan, seperti kepala daerah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan warga untuk memberikan masukan dan pertimbangan.
Kini, Kota Probolinggo mengalami berbagai capaian pembangunan daerah. Salah satunya, peningkatan 0,53 persen pertumbuhan ekonomi dari tahun 2024 ke 2025 menjadi sebesar 5,68 persen.
“Pertumbuhan ekonomi di atas capaian Provinsi Jawa Timur di posisi 5,33 persen. Bahkan, nasional hanya 5,11 persen. Tidak hanya itu, tingkat kemiskinan di Kota Probolinggo juga menurun 0,49 persen. Dari 6,18 pada 2024 menjadi 5,69 persen pada 2025. Lebih baik dari provinsi maupun nasional," jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengaku bersyukur dengan banyaknya capaian yang melampaui. Salah satunya penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo.
“Alhamdulillah dengan capaian-capaian itu, sudah banyak yang melampaui. Misalnya, penurunan kemiskinan 2 digit, mestinya penurunan 0,5 persen, nah ini 0,69 persen. Banyak lagi capaian-capaian, dan itu akan kami pertahankan,” ujarnya.
Aminuddin menambahkan, ide kreatif dari masyarakat (industri kreatif) sangat dibutuhkan untuk proses pembangunan ke depan. “Bentuk dukungan dari masyarakat, ide kreatif, dan pemecahan masalah yang solutif, sehingga betul-betul terus pada track-nya, menuju apa yang kita capai pertumbuhan ekonomi 8 persen menunjang pertumbuhan nasional, IPM di atas 85 persen, ini harapan masyarakat,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga