Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DKUP Kota Probolinggo Perkuat UMKM, Tata Ruang Ekonomi, dan Dorong Pertumbuhan Daerah

Inneke Agustin • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:16 WIB
SENANG: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin beserta Forkopimda saat menikmati kuliner di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo. (Diskominfo Kota Probolinggo for Radar Bromo)
SENANG: Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin beserta Forkopimda saat menikmati kuliner di Sentra Wisata Kuliner GOR Ahmad Yani, Kota Probolinggo. (Diskominfo Kota Probolinggo for Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUP) terus menunjukkan kinerja nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Berbagai program strategis dijalankan, mulai dari penguatan pelaku UMKM, pembangunan sarana ekonomi, hingga penataan kawasan perdagangan yang lebih tertib dan modern.

Salah satu capaian signifikan adalah penyaluran bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha kepada ratusan pelaku UMKM.

Menjelang akhir tahun 2025, Pemkot Probolinggo melalui DKUP menggelontorkan bantuan senilai Rp 759 juta kepada 319 pelaku usaha.

Program ini disambut antusias oleh para pelaku UMKM. Bantuan tersebut menjadi dorongan nyata bagi mereka untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas usaha yang dijalankan.

PASAR BARU: Diresmikannya pintu masuk Pasar Baru (sebelumnya Toko Cita Indah) benar-benar membuka akses keluar masuknya para pedagang dan pembeli dari sisi utara tanpa harus memutar lagi. (Evelyn Ridhayanti/Radar Bromo)
PASAR BARU: Diresmikannya pintu masuk Pasar Baru (sebelumnya Toko Cita Indah) benar-benar membuka akses keluar masuknya para pedagang dan pembeli dari sisi utara tanpa harus memutar lagi. (Evelyn Ridhayanti/Radar Bromo)
BANTUAN: Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro memberikan bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha kepada pelaku UMKM. (DKUP Kota Probolinggo for Radar Bromo)
BANTUAN: Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro memberikan bantuan peralatan stimulus pengembangan usaha kepada pelaku UMKM. (DKUP Kota Probolinggo for Radar Bromo)

Kepala DKUP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro menyampaikan bahwa jumlah bantuan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, bantuan yang disalurkan hanya sekitar Rp 61 juta dengan sasaran 28 pelaku usaha.

“Pemerintah akan terus membuka ruang kolaborasi melalui kegiatan promosi, pameran, hingga akses permodalan guna memperkuat ekosistem UMKM. Bantuan ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan UMKM Kota Probolinggo yang semakin kuat, mandiri, dan menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Tak hanya berfokus pada pembangunan kelembagaan ekonomi, Pemkot Probolinggo juga melakukan revitalisasi sejumlah ruang ekonomi masyarakat.

Sejak akhir Desember 2025, tiga kawasan strategis telah bertransformasi menjadi lebih modern, tertib, dan nyaman, tanpa meninggalkan karakter khasnya.

Ketiga kawasan tersebut meliputi pintu masuk (gate) Pasar Baru, Sentra Wisata Kuliner (SWK) sisi utara GOR A. Yani, serta Pusat Oleh-Oleh Kota Probolinggo di Gedung Dekranasda. Peresmian dilakukan pada Sabtu (10/1) sore.

Revitalisasi ini tidak hanya mempercantik wajah kota dalam semangat “Probolinggo Bersolek”, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian, khususnya bagi pelaku UMKM.

Menurut Slamet, penataan pintu masuk Pasar Baru memberikan akses yang lebih mudah bagi pedagang dan pengunjung, terutama dari sisi Jalan Panglima Sudirman.

Pedagang yang sebelumnya berjualan di trotoar, seperti pedagang buah dan bunga, kini telah menempati lokasi yang lebih representatif.

“Dengan penataan ini, kawasan pasar menjadi lebih tertib, bersih, dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ungkapnya.

Sementara itu, SWK GOR A. Yani kini menjadi pusat baru bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Dr. Soetomo dan sebagian dari kawasan Pujasera Alun-alun.

Adapun Gedung Dekranasda yang kini difungsikan sebagai pusat oleh-oleh juga mengalami pembenahan signifikan.

Selain tampil lebih representatif, posisi pintu masuk yang kini menghadap Jalan K.H. Mansyur membuat lokasi ini lebih mudah terlihat, terlebih karena berhadapan langsung dengan Stasiun Probolinggo.

“Dengan penataan ini, diharapkan pusat oleh-oleh semakin ramai dikunjungi wisatawan maupun masyarakat,” tambah Slamet.

Berbagai program lainnya juga turut dijalankan, seperti Pasar Minggu di Jalan Suroyo, penataan PKL di sejumlah titik, monitoring distribusi pupuk bersubsidi, mendorong percepatan pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KKMP) di berbagai kelurahan, hingga pelayanan tera ulang untuk menjamin keakuratan alat ukur perdagangan.

Seluruh capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Probolinggo dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat, inklusif, dan berdaya saing.

“Semoga berbagai langkah ini dapat mendorong Kota Probolinggo semakin maju, tertata, dan terus bersolek,” jelas Slamet. (gus/one/*)

Editor : Jawanto Arifin
#umkm #sentra wisata kuliner #dkup kota probolinggo