Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setahun Aminuddin-Ina Buchori Menjabat: Kini Punya Rumah Batik yang Jadi Destinasi Baru Wisata Belanja di Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Selasa, 31 Maret 2026 | 06:00 WIB
RUANG KOLABORASI: Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. meresmikan langsung Rumah Sentral Batik Kota Probolinggo yang menjadi pusat edukasi hingga destinasi wisata belanja Kota Probolinggo. (Disperinaker for Jawa Pos Radar Bromo)
RUANG KOLABORASI: Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. meresmikan langsung Rumah Batik Kota Probolinggo yang menjadi pusat edukasi hingga destinasi wisata belanja Kota Probolinggo. (Disperinaker for Jawa Pos Radar Bromo)

KOTA Probolinggo kini memiliki Rumah Batik yang telah diresmikan Wali Kota dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. bersama Ketua Dekranasda.

Rumah Batik tersebut sebagai pusat edukasi, promosi, produksi, pengembangan usaha batik dan destinasi baru wisata belanja Kota Probolinggo.

Bahkan wisatawan mancanegara dari kapal pesiar yang datang ke Kota Probolinggo sudah berkunjung. 

”Keberadaan Rumah Batik bukan sekadar etalase penjualan. Tempat ini menjadi ruang belajar, workshop, inovasi desain, hingga penguatan jejaring pemasaran bagi perajin. Kami menargetkan Rumah Batik ini menjadi ruang kolaborasi sekaligus destinasi wisata budaya dan ekonomi kreatif,” kata Wali Kota Aminuddin.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Probolinggo Ir. Retno Fadjar Winarti menambahkan, kunjungan wisatawan asing ke Rumah Batik, sebagai bukti bahwa integrasi industri kreatif dan pariwisata mampu menciptakan efek ekonomi nyata.

Secara langsung, omzet meningkat signifikan. Sedangkan secara jangka panjang, Rumah Batik diproyeksikan menjadi titik temu promosi budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal.

”Kami mengagendakan workshop secara rutin serta memperluas kerja sama dengan pelaku pariwisata. Supaya Rumah Batik terus masuk dalam paket wisata maupun kunjungan wisatawan domestik. Karena Rumah Batik bukan hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga memberi ruang tumbuh bagi perajin. Destinasi baru ini menunjukkan bahwa batik Probolinggo tak sekadar warisan, melainkan kekuatan ekonomi yang terus berkembang,” ungkap Retno. 

 

Pekerja Rentan Dijamin Perlindungan, Dorong Buka Lapangan Kerja dengan Job Fair

Pekerja rentan (nelayan, petani, pelaku UMKM) yang tidak terikat sebagai pekerja formal di perusahaan mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Probolinggo.

PERLINDUNGAN SOSIAL: Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. menyerahkan langsung kartu BPJS Ketenagakerjaan bentuk komitmen memberikan perlindungan sosial pada 11.051 Pekerja Rentan di Kota Probolinggo.
PERLINDUNGAN SOSIAL: Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. menyerahkan langsung kartu BPJS Ketenagakerjaan bentuk komitmen memberikan perlindungan sosial pada 11.051 Pekerja Rentan di Kota Probolinggo.

Di tahun 2025, sebanyak 11.051 pekerja rentan mendapatkan jaminan perlindungan sosial dengan mengikutsertakan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Disperinaker Retno Fadjar Winarti mengatakan, belasan ribu pekerja rentan sudah diikutkan program BPJS Ketenagakerjaan.

Iuran kepesertaan dibayarkan pemkot melalui alokasi anggaran, termasuk dukungan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Dengan perlindungan sosial bagi pekerja rentan, mereka akan mendapatkan hak-hak perlindungan sesuai program BPJS Ketenagakerjaan.

Mulai dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Manfaat ini setara dengan peserta lain yang membayar iuran sendiri. Sehingga pekerja dan keluarga mendapat perlindungan sosial sesuai peraturan.

Disperinaker juga mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga menciptakan lapangan kerja baru untuk mengurangi pengangguran.

Selama 2025, Disperinaker telah memberikan bantuan peralatan Usaha Mandiri Sektor Informal (UMSI) hingga mengadakan Job Fair Inklusi 2025.

Kepala Disperinaker Retno Fadjar Winarti mengatakan, pihaknya terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Bagi pelaku usaha yang memiliki sertifikat pelatihan dan embrio diberikan bantuan peralatan UMSI.

PERLINDUNGAN SOSIAL: Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. menyerahkan langsung kartu BPJS Ketenagakerjaan bentuk komitmen memberikan perlindungan sosial pada 11.051 Pekerja Rentan di Kota Probolinggo.
PERLINDUNGAN SOSIAL: Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes. menyerahkan langsung kartu BPJS Ketenagakerjaan bentuk komitmen memberikan perlindungan sosial pada 11.051 Pekerja Rentan di Kota Probolinggo.

”Selain bantuan peralatan usaha, mereka juga telah dilengkapi dengan pengetahuan kewirausahaan yang akan meningkatkan manajemen dan produksi usaha mereka. Dengan harapan, bantuan peralatan ini akan memudahkan para penerima untuk membuka lapangan usaha baru,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Bantuan peralatan usaha yang diberikan mencakup seperti mesin lubang kancing/portabel (3 unit), mesin jahit high speed (2 unit), kompresor mesin (1 unit), mesin bordir (1 unit), etalase baju gantung (1 unit),  kursi keramas babershop (1 unit), dan banyak peralatan usaha lainnya.

Selain mendorong peluang membuka lapangan pekerja baru, kata Retno, pihaknya juga menyelenggarakan Job Fair 2025. Melalui Job Fair menjadi ajang penting bagi pencari kerja mendapatkan peluang langsung dengan berbagai perusahaan. (mas/fun/*) 

Editor : Abdul Wahid
#dr Aminudin #dinas tenaga kerja #Probolinggo bersolek #Ina Buchori #pemkot probolinggo #rumah batik