Kebakaran itu terjadi pada Minggu (29/3) dini hari, saat gerai sudah tutup.
Komandan Regu (Danru) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Surachman Arief menjelaskan, gerai itu tutup pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 23.00. Saat tutup itulah, karyawan diduga lupa mematikan kompor.
“Seharusnya sebelum tutup, kompor dipastikan sudah mati. Tapi ini kemungkinan masih menyala dan ditinggal pulang,” ujarnya.
Akibatnya, api dari kompor terus menyala hingga akhirnya membesar dan memicu kebakaran di dalam gerai.
Kebakaran diketahui saat warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari dalam bangunan. Mereka pun segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas damkar.
“Laporan kami terima melalui call center 112 sekitar pukul 02.38. Kami langsung menuju lokasi,” kata Arief.
Petugas menerjunkan dua unit mobil damkar dengan kapasitas 3.000 liter dan 5.000 liter air.
Setibanya di lokasi, pemilik gerai juga sudah berada di tempat. Sehingga proses evakuasi dan pemadaman dapat segera dilakukan tanpa harus membuka paksa pintu.
Pintu harmonika gerai kemudian dibuka untuk memudahkan akses jalan bagi petugas.
Saat pintu dibuka, kondisi di dalam ruangan sudah dipenuhi asap tebal. Beruntung, api belum sempat merambat lebih luas.
“Api hanya membakar bagian kompor dan sempat melelehkan gagang kulkas yang berada di dekatnya,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 2 juta.
“Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 04.05. Lima menit kemudian, tepatnya pukul 04.10, situasi dinyatakan telah aman dan kondusif,” pungkas Arief. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi