LUMBANG, Radar Bromo-Tak hanya mengganggu sektor pariwisata. Ambruknya Jembatan Duren di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, juga berdampak pada dunia pendidikan.
Sedikitnya, dua sekolah terdampak jembatan ambruk ini. Yaitu SDN Negororejo 2 dan SMP 5 Satu Atap Lumbang.
Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Lumbang Anang Budianto menjelaskan, di SDN Negororejo 2 terdapat 98 siswa dan 12 guru.
Mayoritas siswa tidak terdampak karena tinggal di sekitar sekolah. Namun hampir seluruh guru harus melewati jembatan yang ambruk.
“Sebanyak sebelas guru biasanya ya lewat jembatan yang ambruk itu untuk menuju sekolah,” ujarnya.
Kepala SMP 5 Satu Atap Lumbang Evi Ratna menambahkan, ambruknya jembatan cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar. Terutama bagi tenaga pendidik di sekolahnya.
“Dari total enam guru di sini, ada empat guru yang berasal dari wilayah timur jembatan. Seperti Lumbang dan Probolinggo. Jadi mereka harus melewati jembatan itu,” jelasnya.
Apalagi, sekolah akan kembali aktif Senin (31/3) besok. Para guru jelas harus melewati jembatan tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap akses jembatan segera dapat dilalui, setidaknya untuk kendaraan roda dua.
“Kalau harus lewat Pamatan atau Nguling, harus memutar dan waktu tempuh bisa empat sampai lima kali lebih lama,” tandasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi