Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pria Asal Wonomerto Probolinggo Dibegal saat Mau Beli Susu Anak, Selain Motor Beat Raib, Tangannya Ditebas Celurit

Inneke Agustin • Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:26 WIB
TERLUKA: Sitap, warga Desa Kareng Kidul saat mendapat perawatan di RSUD Ar-Rozy pada Kamis (26/3) malam. Kiri, Jalan Sunan Ampel, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, lokasi Sitap, dibegal, Kamis (26/3) malam. (Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
TERLUKA: Sitap, warga Desa Kareng Kidul saat mendapat perawatan di RSUD Ar-Rozy pada Kamis (26/3) malam. Kiri, Jalan Sunan Ampel, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, lokasi Sitap, dibegal, Kamis (26/3) malam. (Inneke Agustin/Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Kamis (26/3) malam seorang pria dibegal di Jalan Sunan Ampel, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Korbannya adalah Sitap, 33, warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto.

Kepala Desa Kareng Kidul, Suladi menuturkan bahwa insiden itu bermula saat korban hendak membeli susu untuk anaknya di salah satu toko waralaba yang berada tidak jauh dari rumahnya.

Sekitar pukul 21.00, korban berangkat mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju timur. Namun, ia belum sempat sampai di tujuan ketika aksi kejahatan tersebut terjadi.

“Jarak lokasi kejadian dengan rumah korban sekitar 300 meter. Jadi baru keluar rumah, sudah dipepet pelaku,” ujar Suladi.

Dalam perjalanan itu, korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Vario putih dari arah belakang.

Tanpa banyak kata, pelaku yang dibonceng langsung melompat turun dan menghadang korban. Pelaku kemudian mengancam dengan senjata tajam berupa celurit.

Bahkan, tangan kanan korban sempat ditebas menggunakan celurit tersebut meskipun masih dalam kondisi bersarung.

Serangan mendadak itu membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh di jalan. Situasi yang sepi membuat korban tidak memiliki kesempatan untuk melawan.

Dalam kondisi terdesak, korban akhirnya memilih menyerahkan sepeda motornya, Honda Beat warna merah kepada pelaku.

Setelah berhasil menguasai kendaraan korban, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah timur. “Setelah mendapatkan motor, pelaku langsung kabur,” imbuh Suladi.

Usai kejadian, korban pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Korban bahkan berperilaku seolah tak terjadi apa-apa untuk menutupi kejadian tersebut dari keluarganya agar tidak menimbulkan kepanikan, khususnya kepada ibunya.

Setibanya di rumah, korban kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke RSUD Ar Rozy guna mendapatkan perawatan medis.

“Alhamdulillah tidak sampai parah. Hanya luka di bagian kaki dan bekas tebasan di tangan yang masih terasa ngilu,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material hingga Rp 14 juta.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Zaenal Arifin, Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah, serta Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama, belum mendapatkan respons. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Honda beat #Polres Probolinggo Kota #wonomerto #probolinggo #begal