PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kota Probolinggo tak hanya menjadi jalur persinggahan pemudik saat Lebaran.
Kota yang dikenal sebagai Kota Mangga dan Anggur ini juga menyimpan beberapa destinasi wisata dan spot foto menarik yang bisa dimanfaatkan untuk melepas penat selama perjalanan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo Muhamad Abas menyampaikan, pilihan wisata di kota ini cukup beragam. Mulai dari wisata alam, sejarah, religi, edukasi, hingga wisata belanja.
“Banyak destinasi yang bisa dikunjungi. Seperti Gereja Merah, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Museum Probolinggo, Wisata Kum-Kum, Pantai Permata, Masjid Tiban, Museum dr. Mohamad Saleh, Klenteng Tri Dharma, Benteng Mayangan, hingga Pojok Literasi Arkeologi Sunan Kali Banger,” jelasnya.
Selain sebagai tempat rekreasi, sejumlah destinasi tersebut, menurutnya, juga memiliki daya tarik visual yang kuat. Sehingga cocok dijadikan spot berfoto bagi para pemudik maupun wisatawan.
Tak hanya itu, beberapa miniatur ikon negara juga kerap menjadi incaran untuk berfoto.
Seperti miniatur Tugu Monas dan Menara Eiffel di Jalan Panglima Sudirman serta miniatur Big Ben di Jalan Pahlawan.
Namun, Abas mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan faktor keselamatan.
“Karena lokasinya berada di tengah jalan, masyarakat bisa berfoto dari trotoar atau pinggir jalan. Yang terpenting tetap mencari lokasi yang aman dari arus lalu lintas,” terangnya.
Mengantisipasi lonjakan kunjungan selama musim mudik dan libur Lebaran, Dispopar Kota Probolinggo telah melakukan sejumlah langkah.
Salah satunya dengan berkoordinasi dan mengirimkan imbauan kepada para pengelola destinasi wisata.
“Kami sudah berkirim surat kepada pengelola. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan diri dan barang bawaan. Jika ada kendala, segera melapor pada petugas. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Dispopar bekerja sama dengan sejumlah stakeholder guna memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
“Kami berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan untuk pengaturan parkir, serta Satpol PP dan kepolisian untuk aspek keamanan,” jelas Abas.
Dengan berbagai potensi tersebut, Kota Probolinggo diharapkan tidak sekadar menjadi kota singgah. Namun juga destinasi yang memberi kesan bagi para pemudik yang melintas. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi