PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pelaksanaan East Java Innovative Education Summit (EJIES) 2026 kini memasuki tahap awal (preliminary).
Lebih dari seratus proposal inovasi pendidikan dari para peserta, mulai dinilai oleh dewan juri, Selasa (24/3).
Salah satu juri dari Jawa Pos Radar Bromo, Hana Susanti, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada empat aspek utama.
Masing-masing, yakni kreativitas dan orisinalitas sebesar 30 persen, dampak atau manfaat inovasi bagi dunia pendidikan sebesar 30 persen, keberlanjutan inovasi sebesar 20 persen, serta kualitas presentasi dan dokumentasi inovasi sebesar 20 persen.
“Setiap aspek tersebut masih diuraikan lagi ke dalam empat indikator penilaian, sehingga prosesnya lebih rinci dan terukur,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap cabang dinas melibatkan tiga juri yang melakukan penilaian secara transparan dan objektif.
Seluruh proses penilaian dilakukan melalui portal resmi EJIES, sehingga nilai yang diberikan langsung terinput ke dalam sistem.
“Dengan sistem ini, perolehan nilai peserta akan otomatis dirangking berdasarkan skor tertinggi,” terang Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bromo tersebut.
Dari total 107 peserta yang berasal dari wilayah Pasuruan dan Probolinggo, panitia akan menyeleksi 10 peserta terbaik dari masing-masing daerah. Dengan demikian, sebanyak 20 peserta akan melaju ke tahap berikutnya.
“Untuk Pasuruan akan diambil 10 peserta terbaik, begitu juga dari Probolinggo. Pengumuman hasil seleksi tahap preliminary dijadwalkan pada Senin (30/3),” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jawa Pos Radar Bromo, H.A. Suyuti, menjelaskan, para peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni penilaian deck vlog.
Pada tahap ini, peserta diminta menyajikan inovasinya dalam bentuk video presentasi yang menarik dan informatif.
“Nantinya, deck vlog tersebut akan dinilai oleh tim akademisi dari ITS,” paparnya. (gus/one)
Editor : Jawanto Arifin