Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bromo Diserbu Wisatawan, Pemotor Matik Diimbau Berhenti Sejenak

Fuad Alyzen • Rabu, 25 Maret 2026 | 07:10 WIB
RAMAI: Sejumlah wisatawan hendak menuju Gunung Bromo. Nampak pemotor matik tengah beristirahat di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (24/3). (Pemdes Ngadisari for Jawa Pos Radar Bromo)
RAMAI: Sejumlah wisatawan hendak menuju Gunung Bromo. Nampak pemotor matik tengah beristirahat di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (24/3). (Pemdes Ngadisari for Jawa Pos Radar Bromo)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Usai ditutup sementara saat perayaan Nyepi, kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka dan langsung diserbu ribuan wisatawan. Momentum libur Lebaran 2026 menjadi puncak lonjakan kunjungan.

Pengunjung yang datang tak hanya wisatawan domestik. Tapi juga wisatawan mancanegara yang memadati destinasi unggulan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ketua Tim Data Evaluasi dan Pelaporan (Evlap) Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Hendra Wisantara mengungkapkan, tren kenaikan jumlah pengunjung mulai terlihat sejak hari kedua Lebaran.

Pada Sabtu (21/3), tercatat sebanyak 884 wisatawan nusantara dan 50 wisatawan mancanegara berkunjung ke Gunung Bromo.

“Lonjakan mulai terasa sejak H+2 Lebaran dan diperkirakan masih akan bertahan hingga Senin (24/3). Setelah itu, kemungkinan mulai menurun karena masyarakat kembali beraktivitas kerja pada Rabu (25/3),” jelasnya.

Peningkatan signifikan terjadi pada hari-hari berikutnya. Pada Minggu (22/3), jumlah kunjungan melonjak menjadi 5.584 wisatawan domestik dan 126 wisatawan mancanegara.

Sehari berselang, Senin (23/3), angka tersebut kembali naik menjadi 8.703 wisatawan domestik dan 112 wisatawan mancanegara. Hingga Selasa (24/3) sore, tercatat 8.797 wisatawan domestik dan 54 wisatawan mancanegara telah memasuki kawasan wisata ini.

Membludaknya jumlah pengunjung membuat pihak BB TNBTS mengambil langkah penyesuaian kuota. Hendra menyebutkan, kuota kunjungan harian ditambah sebanyak 1.500 tiket. Penambahan ini bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kuota kami tambah 1.500 tiket per hari. Namun pada jam-jam tertentu, kuota bisa kembali ditambah seiring pergerakan wisatawan yang mulai keluar kawasan. Semua kami sesuaikan secara situasional,” ujarnya.

Di sisi lain, upaya pengamanan dan keselamatan pengunjung juga diperketat, terutama di jalur rawan.

Pemerintah Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, secara rutin menggelar pengamanan (pam) di ruas Jalan Jurang Lemah Kuning. Petugas meminta pengendara sepeda motor, khususnya motor matik yang baru turun dari kawasan Bromo, untuk beristirahat sejenak.

Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mencegah risiko kecelakaan akibat rem blong atau mesin yang terlalu panas.

“Pengendara kami imbau berhenti dulu agar mesin dan rem tidak overheat. Ini penting karena jalur turunan cukup ekstrem dan berbahaya jika dipaksakan,” terangnya.

Pengamanan ini dilakukan setiap hari selama periode libur Lebaran, mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Sejak H-1 Lebaran, rata-rata 100 hingga 300 pengendara motor setiap hari diminta berhenti untuk beristirahat.

“Setiap hari kisarannya antara 100 sampai 300 pengendara yang kami arahkan untuk berhenti sejenak,” imbuhnya.

Tak hanya itu, kesiapsiagaan layanan kesehatan juga ditingkatkan. Sejumlah tenaga kesehatan dan ambulans disiagakan di titik-titik strategis guna mengantisipasi kondisi darurat, baik bagi wisatawan maupun warga sekitar.

Kepala Puskesmas Sukapura, Akhmad Munir menyampaikan bahwa tim medis ditempatkan di dua lokasi utama, yakni di sekitar pintu masuk Cemorolawang dan di Puskesmas Sukapura.

“Kami siagakan tenaga kesehatan dan ambulans di dua titik untuk memastikan penanganan cepat jika ada pengunjung atau warga yang membutuhkan layanan medis,” pungkasnya.

Bukan hanya di jalur Probolinggo. Wisatawan yang hendak ke Bromo juga terlihat banyak dari jalur Pasuruan. Ini membuat Polres Pasuruan melakukan pengamanan jalur wisata dengan mengerahkan sejumlah personel dikerahkan untuk mengantisipasi kemacetan.

Kesiapsiagaan tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan apel pengamanan di Pos Pengamanan (Pos Pam) Tosari yang melibatkan personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, dan tenaga kesehatan.  Total personel yang diterjunkan terdiri dari 7 anggota Polri, 3 personel Koramil, 2 anggota Satpol PP, serta 1 tenaga kesehatan.

Kepala Pos Pam Tosari, IPTU Bambang Sugeng Hariyadi, menegaskan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya tetap terjaga. “Terciptanya situasi kamtibmas di Pos Pam Tosari dalam keadaan aman dan kondusif,” ujarnya.

Selain itu, hasil pemantauan arus lalu lintas di jalur wisata Bromo juga menunjukkan kondisi yang masih lancar setelah hari raya. “Pemantauan kamseltibcarlantas setelah Hari Raya oleh anggota Pos Pam Tosari dalam keadaan landai dan lancar,” tambahnya.

Meski arus masih relatif normal, pihaknya mulai mencatat adanya pergerakan peningkatan jumlah pengunjung di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Para pengunjung tempat wisata Gunung Bromo setelah Hari Raya dan arus lalin di wilayah TNBTS terpantau mulai ada peningkatan,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh personel tetap siaga penuh dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berlangsung.

“Anggota Pos Pam Tosari selalu siap dalam memberikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya jalur wisata di Bromo. Jalan menuju lokasi wisata lainnya di Pasuruan juga diamankan kepolisian. Termasuk di jalur ke Prigen, khususnya menuju Taman Safari Indonesia (TSI) 2.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengunjung mencapai ribuan. Pada Senin (23/3), kepolisian mencatat sebanyak 2.741 wisatawan mendatangi lokasi ini. Sementara itu, kendaraan yang masuk didominasi mobil pribadi dengan total 507 unit, disusul 12 sepeda motor dan 3 unit bus.

Sementara daya tampung TSI 2 Prigen mencapai 9.000 pengunjung, dengan fasilitas parkir untuk 1.800 kendaraan roda empat dan 400 kendaraan roda dua.

Kepala Posyan TSI 2 Prigen, Ipda Saut Binsar Manurung, menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan masih terkendali dan belum diperlukan rekayasa lalu lintas. “Untuk sampai saat ini masih belum dilakukan rekayasa lalu lintas karena arus masih terpantau normal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kepadatan pengunjung belum terjadi dan situasi secara umum masih aman serta kondusif. “Situasi masih landai dan kepadatan pengunjung belum terjadi,” tambahnya.

Petugas terus melakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pengunjung, terutama menjelang akhir pekan maupun libur panjang. Pengunjung diimbau tetap mematuhi aturan serta menjaga ketertiban selama berada di kawasan wisata. (gus/zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#matic #lebaran #bromo #wisata #macet