MAYANGAN, Radar Bromo - Arus balik Lebaran menggunakan kereta api di wilayah Daop 9 Jember diprediksi mencapai puncaknya Selasa ini (24/3). Dengan jumlah penumpang berangkat menyentuh sekitar 12 ribu orang.
Lonjakan penumpang ini merupakan bagian dari tren peningkatan signifikan selama masa libur Idul Fitri 1447 H.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember mencatat tingginya antusiasme masyarakat yang memilih moda transportasi kereta api untuk perjalanan balik.
Kepadatan mulai terlihat sejak Selasa (17/3), dengan jumlah penumpang berangkat mencapai 10.900 orang.
Angka tersebut terus bertahan tinggi hingga Jumat (20/3) malam, dengan rata-rata sekitar 11 ribu penumpang per hari.
Secara khusus, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Probolinggo hari ini diperkirakan sekitar 450 orang.
Sementara itu, total kumulatif penumpang naik dan turun selama masa angkutan Lebaran di wilayah Daop 9 Jember mencapai 261.415 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 ribu penumpang dilayani di Stasiun Probolinggo.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran layanan di tengah lonjakan penumpang. Sehingga, penumpang tetap merasa nyaman.
“Kami melihat pergerakan penumpang sangat dinamis. Untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, seluruh SDM, sarana, dan prasarana telah kami siagakan penuh,” ujarnya.
Selain itu, KAI juga memperkuat pengamanan. Baik di area stasiun, maupun sepanjang jalur kereta api. Tujuannya, memastikan operasional tetap berjalan lancar selama periode arus balik.
Meski terjadi lonjakan penumpang, KAI Daop 9 Jember memastikan ketersediaan tempat duduk masih ada untuk beberapa perjalanan.
Di antaranya KA Mutiara Timur Fakultatif rute Ketapang–Surabaya Gubeng dengan kelas eksekutif. Juga KA Mutiara Timur rute Ketapang–Surabaya Pasar Turi yang masih menyediakan kelas eksekutif dan ekonomi. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi