KANIGARAN, Radar Bromo– Pemkot Probolinggo menurunkan nilai insentif guru Taman Pendidikan Alquran (TPQ) tahun ini.
Nilai pemangkasan itu cukup signifikan. Dari Rp 500 ribu per bulan untuk tiap guru TPQ, menjadi Rp 250 ribu per guru TPQ.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Probolinggo Andri Purwanto mengatakan, anggaran insentif guru TPQ tahun ini hanya sekitar Rp 4 miliar.
Anggaran itu mengalami penurunan bila dibanding tahun 2025. Pada tahun lalu, anggarannya mencapai Rp 6,2 miliar.
Pemangkasan ini menurutnya merupakan upaya pemerintah menyesuaikan belanja daerah dengan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Tepergok Mencuri Motor di Pandaan Pasuruan, Pria asal Sidoarjo Dimassa, 2 Pelaku Kabur
“Karena ada efisiensi dari pusat, anggaran untuk insentif guru TPQ juga terkena imbasnya. Semoga tahun depan bisa bertambah,” ujar Andri, saat dikonfirmasi.
Meski begitu, tahun ini jangkauan penerima manfaatnya tetap diperluas.
Baca Juga: Khidmatnya Perayaan Tawur Agung dan Pawai Ogoh-ogoh di Sumber Probolinggo
Meski nilainya berkurang, jumlah guru TPQ penerima insentif meningkat.
Tahun ini jumlah penerima insentif mencapai 1.350 orang. Sementara tahun lalu hanya 1.098 guru.
Dengan nominal Rp 250 ribu per bulan, total insentif yang diterima setiap guru dalam setahun mencapai Rp 3 juta.
Andri menambahkan, pencairan insentif ini juga mengikuti Peraturan Wali Kota (Perwali) dan dibayarkan tiga bulan sekali.
Saat ini, proses monitoring dan evaluasi (monev) masih berlangsung di dua kecamatan yaitu Kademangan dan Kedopok.
“Jika monev selesai seluruhnya, maka insentif dijadwalkan cair awal April ini,” katanya. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi