PAITON, Radar Bromo-Arus mudik Lebaran di ruas tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) mulai terasa sejak akhir pekan lalu.
Namun, puncak arus kendaraan diprediksi baru akan terjadi pada Rabu-Kamis (18-19/3) ini.
Meski begitu, lonjakan kendaraan diperkirakan tidak terlalu signifikan. Sebab, sebagian pemudik sudah pulang beberapa hari terakhir.
“Untuk prediksi puncak mudik besok (hari ini, Red) dan lusa. Jadi Rabu sampai Kamis,” ujar Humas Tol Prosiwangi Hima Jaya, Selasa (17/3).
Menurutnya, sebagian besar pemudik sebenarnya sudah memulai perjalanan sejak beberapa hari sebelumnya.
Banyak dari mereka yang saat ini masih berada di tengah perjalanan menuju kampung halaman.
“Sebagian pemudik hari ini sudah berangkat, sehingga masih berada di pertengahan jalan,” jelasnya.
Selain itu, ada pula pekerja yang memilih pulang kampung lebih awal sebelum masa cuti bersama dimulai.
Baca Juga: Banyak Pengendara Berhenti di Tol Prosiwangi KM 884, Pengelola Siagakan Petugas
Kondisi tersebut membuat peningkatan arus kendaraan diperkirakan tidak akan melonjak drastis.
“Diperkirakan jumlah kendaraan yang melintas sekitar 12 sampai 15 ribu unit kendaraan,” katanya.
Faktor lain yang turut memengaruhi adalah perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.
Momentum tersebut membuat sebagian perjalanan dari Pulau Dewata berkurang sementara waktu. “Karena di Bali juga sedang Hari Raya Nyepi,” imbuhnya.
Berdasarkan data sementara selama masa pengoperasian tol fungsional, jumlah kendaraan yang melintas fluktuatif. Pada Sabtu (14/3) tercatat 9.848 kendaraan melintas.
Jumlah tersebut meningkat pada Minggu (15/3) menjadi 12.369 kendaraan. Sedangkan pada Senin (16/3), jumlahnya mencapai 10.481 kendaraan.
Dengan demikian, total kendaraan yang melintas di ruas tol fungsional Prosiwangi sejak Sabtu hingga Senin mencapai 32.698 unit.
Direktur Utama PT Jasa Marga Prosiwangi Adi Prastyanto sebelumnya menegaskan, pengoperasian ruas tol secara fungsional dilakukan berdasarkan SKB tiga menteri.
Antara Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kakorlantas Polri.
“Sebagaimana SKB yang sudah ditetapkan bersama antara Menteri Perhubungan, Menteri PU, dan Kakorlantas, kami memang harus melayani arus mudik Lebaran ini,” ujarnya.
Ruas tol Prosiwangi mulai difungsikan sejak Sabtu, 14 Maret 2026.
Pengoperasiannya dilakukan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 16.00, dan akan berlangsung hingga 29 Maret 2026.
“Mulai 14 Maret dari pukul 06.00 sampai pukul 16.00, dan akan berlangsung sampai tanggal 29 Maret, baik sebelum maupun sesudah Lebaran,” jelasnya.
Menurut Adi, secara fisik kondisi jalan tol sudah siap dilalui kendaraan. Seluruh rambu dan perlengkapan keselamatan juga telah terpasang sehingga aman digunakan para pemudik.
“Pelayanan konstruksi dalam arti fisik dari jalan tol itu sendiri sudah selesai dan sudah bisa dilewati secara aman. Rambunya juga sudah siap,” katanya.
Koordinasi dengan kepolisian juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, khususnya saat arus mudik mencapai puncaknya.
“Kami juga berkoordinasi dengan rekan-rekan dari kepolisian dalam melakukan pengaturan lalu lintas bersama. Jika ada potensi kemacetan, bisa dilakukan antisipasi secara dini,” tambahnya.
Selama masa uji fungsional ini, masyarakat juga dapat menikmati ruas tol tersebut secara gratis sepanjang sekitar 49,86 kilometer.
“Meskipun jalan tol ini masih fungsional, sudah dilengkapi rambu dan atribut yang diperlukan. Dan masih gratis untuk sekitar 49,86 kilometer,” terang Adi. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi