Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banyak Pengendara Berhenti di Tol Prosiwangi KM 884, Pengelola Siagakan Petugas

Agus Faiz Musleh • Rabu, 18 Maret 2026 | 10:10 WIB
DILARANG BERHENTI: Salah satu view tol Prosiwangi dengan larat PLTU Paiton dan laut Jawa. Pihak pengelola tol melarang pengendara berhenti di KM 884. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
DILARANG BERHENTI: Salah satu view tol Prosiwangi dengan larat PLTU Paiton dan laut Jawa. Pihak pengelola tol melarang pengendara berhenti di KM 884. (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PAITON, Radar Bromo– Fungsional Jalan Tol Prosiwangi KM 884 kini menjadi fenomena baru. Sejak dibuka fungsional, tidak sedikit pengendara yang berhenti di titik ini demi menyaksikan keindahan alamnya.

Karena itu, pihak Tol Prosiwangi terus menyosialisasikan larangan berhenti di titik ini.

Titik tersebut berada di jembatan 3 yang membentang di atas perbukitan kawasan PLTU Paiton.

Dari atas jembatan, hamparan PLTU pembangkit listrik Jawa-Bali terlihat megah berpadu dengan panorama laut di kejauhan.

Keindahan itulah yang membuat sejumlah pengendara tergoda menghentikan kendaraan di bahu jalan.

Bahkan ada yang sampai turun dari mobil untuk mengabadikan momen dengan berfoto.

Padahal, lokasi tersebut sangat berbahaya. Jembatan di KM 884 memiliki ketinggian lebih dari 34 meter.

Sehingga berhenti di bahu jalan berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Humas Tol Prosiwangi Hima Jaya mengatakan, pihaknya langsung menyiagakan petugas setelah melihat ada pengendara yang berhenti di titik tersebut. Pengendara yang ketahuan berhenti, langsung dihalau.

“Yang di video itu di KM 884, di jembatan 3. Memang view-nya paling bagus. Namun berbahaya sekali karena tebingnya sangat tinggi. Kami sudah larang dan kami tempatkan petugas untuk menghalau pengendara yang hendak berhenti,” katanya.

Memang menurutnya, di sepanjang jembatan sudah dipasang barier beton.

Namun tetap saja berhenti di lokasi tersebut berisiko tinggi, terlebih jika pengendara sampai turun dari kendaraan.

Sebagai alternatif, pihaknya meminta pengendara yang ingin beristirahat agar memanfaatkan rest area fungsional di KM 888.

Di tempat itu tersedia sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan pemudik.

“Daripada berhenti di lokasi tersebut, kami meminta pengendara berhenti di KM 888 di rest area yang juga kami fungsionalkan,” jelasnya.

Rest area tersebut dilengkapi area parkir, toilet, hingga tempat makan sehingga lebih aman bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak.

“View di lokasi ini juga bagus. Ada lokasi yang tinggi dan bisa melihat PLTU dari kejauhan,” tambahnya.

Selain di KM 884, ada titik lain yang juga perlu diwaspadai pengendara yakni di perempatan masuk dan keluar tol Besuki.

Lokasi tersebut terhubung langsung dengan jalur Pantura sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan.

“Namun sejauh fungsional dilakukan, kondisi kendaraan di perempatan Besuki ini masih landai,” kata Hima.

Meski demikian, para pengendara tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat keluar tol dan memasuki jalur nasional yang arus lalu lintasnya lebih padat.

“Kami berharap pengendara tetap waspada saat berkendara,” jelasnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#km 884 #pembangkit listrik #tol prosiwangi #pltu #paiton