Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Malem Petolekoran Bikin Ojek Laris Manis di Kota Probolinggo

Inneke Agustin • Rabu, 18 Maret 2026 | 08:48 WIB
LARIS: Sejumlah ojek becak motor dan tosa laris manis digunakan masyarakat Gili Ketapang untuk menuju pertokoan dalam Tradisi Petolekoran, Selasa (17/3). (Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)
LARIS: Sejumlah ojek becak motor dan tosa laris manis digunakan masyarakat Gili Ketapang untuk menuju pertokoan dalam Tradisi Petolekoran, Selasa (17/3). (Inneke Agustin/Jawa Pos Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Berkah Tradisi Petolekoran tak hanya dirasakan oleh masyarakat Gili Ketapang, namun para ojek becak motor (betor) hingga tosa yang mangkal di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Selasa (17/3).

Salah satunya Bahar, 69 yang merupakan warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Ia mengaku telah mangkal sejak pukul 09.00. Hingga pukul 12.00, ia sudah mendapat 10 penumpang.

“Memang kalau momen seperti ini, pendapatan bisa naik lima kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya. Kalau hari biasa biasanya Cuma empat sampai lima orang per harinya,” katanya.

Bahar mengatakan para warga Gili Ketapang tersebut kebanyakan minta di antara ke pertokoan untuk membeli baju lebaran.

“Biasanya memang begitu tiap tahunnya ke pertokoan. Ongkosnya juga saya patok mulai Rp 15-30 ribu per orang tergantung jauh dekat tujuannya,” tuturnya.

Sementara ada juga, Muhammad Ghofur, 30 warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sumeberasih, Kabupaten Probolinggo yang saat itu tampak menawarkan jasa tumpangan tosa. Ghofur mengaku selama setengah hari, ia sudah bolak balik dua kali untuk mengantar penumpang.

“Sekali angkut itu bisa sampai 11 orang dalam satu tosa. Tujuannya beragam, ada yang ke pertokoan dan pasar. Mereka membeli kebutuhan rumah tangga dan lebaran,” katanya.

Jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga jelang magrib nantinya di mana para masyarakat Gili Ketapang sudah bersiap untuk balik ke pulau. Ghofur yang sehari-hari berdagang ikan di Pelabuhan Tanjung Tembaga, memanfaatkan waktu liburnya untuk ngojek dalam momen petolekoran ini.

Setelah mengantar satu kloter, ia buru-buru balik ke Pelabuhan Tanjung Tembaga untuk menunggu warga yang datang lagi.

“Lumayan untuk tambah-tambah beli kue lebaran. Satu orang tadi ada yang bayar Rp 5-7 ribu. Ini sudah tahun kelima saya buka jasa ojek. Tahun kemarin bisa dapat Rp 450 ribu sehari,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#lebaran #gili ketapang #petolekoran