Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Aliansi BEM Probolinggo-Pasuruan Bersuara, Desak Indonesia Keluar dari BoP

Inneke Agustin • Selasa, 17 Maret 2026 | 07:54 WIB
SOLID: Aliansi BEM Probolinggo dan Pasuruan Raya menggelar forum tolak keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, Minggu (15/3). (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)
SOLID: Aliansi BEM Probolinggo dan Pasuruan Raya menggelar forum tolak keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, Minggu (15/3). (INNEKE AGUSTIN/JAWA POS RADAR BROMO)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump, terus menjadi perhatian banyak pihak. Minggu (15/3) malam, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Probolinggo dan Pasuruan Raya menyuarakan kegelisahannya.

Mereka menggelar forum diskusi di salah satu kafe di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Menyampaikan sejumlah kritik dan aspirasi terkait kebijakan tersebut. BoP disebut-sebut bertujuan mengatur proses gencatan senjata, rekonstruksi, serta stabilitas di Gaza.

Koordinator BEM Probolinggo Raya M. Robyus Zaman mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai posisi dan keberpihakan Indonesia dalam konflik yang terjadi di Palestina. “Sementara yang melakukan penyerangan justru Amerika Serikat sendiri. Lalu, Indonesia masuk kelompok tersebut. Ini membuat kami bertanya, sebenarnya di mana keberpihakan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, meski pemerintah sempat menyampaikan kesiapan mundur dari forum tersebut, sejauh ini belum ada langkah nyata. Karena itu, pihaknya berharap Presiden Prabowo Subianto segera mengambil keputusan untuk menarik Indonesia dari keanggotaan BoP.

“Tujuan BoP, katanya untuk mendamaikan dunia dan berpihak pada Palestina. Namun kenyataannya, Trump justru menjadi support system bagi Israel untuk menyerang Palestina, bahkan sekarang Iran. Jadi, menurut kami posisi ini tidak jelas, sehingga kami meminta Indonesia menarik diri,” tegasnya.

Menyoroti isu internasional itu, Aliansi BEM Probolinggo dan Pasuruan Raya juga menyinggung kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Kamis (12/3). Azam menilai peristiwa tersebut bukan sekadar tindakan kekerasan biasa, melainkan tindak pidana yang diduga telah direncanakan secara sistematis.

“Kami bersama sahabat Kontras menolak adanya tindakan represif terhadap kawan kami. Kami meminta keadilan dan mendesak agar pelaku penyiraman air keras tersebut segera diusut tuntas,” ujarnya.

Koordinator BEM Pasuruan Raya Muhammad Ubaidillah Abdi juga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan aktor intelektual di balik peristiwa tersebut. Apalagi, menurutnya, kasus tersebut telah mendapat perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia.

“Jika dalam waktu dekat tidak ditemukan pelakunya, kami akan turun ke jalan. Karena kami khawatir ada pihak-pihak tertentu yang terlibat,” ujarnya. (gus/rud)

 

Editor : Fahreza Nuraga
#BOP #indonesia #bem