PROBOLINGGO, Radar Bromo - Jelang berakhirnya bulan Ramadan, sejumlah masjid di Kota Probolinggo mulai dipadati jemaah. Mereka berdatangan untuk melaksanakan iktikaf di masjid.
Suasana khusyuk tersebut salah satunya terlihat di Masjid An Nur yang berada di kawasan Kampung Arab, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (11/3) malam lalu.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bromo, puluhan jemaah tampak memadati area masjid sejak malam hari.
Mereka datang untuk menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga mengikuti rangkaian salat berjemaah.
Salah seorang jemaah yang mengikuti iktikaf, Ana Afifah, 20 mengaku baru pertama kali menjalankan ibadah tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, ia bahkan melakukan safari iktikaf ke sejumlah masjid di Kota Probolinggo.
“Malam ini kebetulan memilih Masjid An Nur karena tempatnya luas dan nyaman. Area parkir motornya juga tersedia,” ujar warga Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo tersebut.
Afifah datang bersama seorang temannya. Selama berada di masjid, ia mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an serta memperbanyak zikir.
Meski demikian, menurutnya setiap jemaah memiliki cara masing-masing dalam memanfaatkan waktu selama i’tikaf.
“Biasanya saya mengisi dengan membaca Al-Qur’an. Tapi sebenarnya boleh juga diisi dengan aktivitas lain yang masih dalam suasana ibadah, seperti istirahat atau kegiatan ringan lainnya,” tuturnya.
Untuk mengikuti iktikaf, Afifah mengaku telah menyiapkan sejumlah perlengkapan dari rumah.
Ia membawa Al-Qur’an, perlengkapan salat, makanan ringan, hingga sabun cuci muka untuk menjaga kebersihan selama berada di masjid.
Menurut Afifah, suasana kebersamaan menjadi salah satu alasan dirinya tertarik mengikuti iktikaf di masjid.
Ia merasa lebih bersemangat beribadah ketika berada di tengah jemaah yang memiliki niat serupa.
“Rasanya menyenangkan karena dikelilingi orang-orang yang juga ingin beribadah,” ungkapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan Ramadan Masjid An Nur, Muamar, 52 menjelaskan bahwa kegiatan iktikaf memang rutin dilaksanakan pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Untuk memudahkan pengaturan kegiatan, pengurus masjid membuka pendaftaran bagi jemaah yang ingin mengikuti iktikaf dan sahur bersama.
“Kami membuka pendaftaran sejak setelah tarawih hingga pukul 01.00. Jemaah yang ingin iktikaf dan sahur bersama diminta mengisi daftar hadir terlebih dahulu,” jelasnya.
Menurut Muamar, jumlah jemaah yang mengikuti iktikaf di Masjid An Nur tahun ini terlihat lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski begitu, ia mengaku belum mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan peningkatan tersebut.
Selain jemaah dari dalam kota, masjid yang berada di kawasan Kampung Arab itu juga kerap menjadi tujuan para musafir dari luar daerah untuk beribadah dan beristirahat.
“Kami sering kedatangan jemaah dari luar kota yang singgah untuk iktikaf di sini,” ujarnya.
Untuk mendukung kenyamanan jemaah, pengurus masjid menyiapkan berbagai fasilitas selama pelaksanaan iktikaf, mulai dari makanan ringan, kopi, air minum, hingga menu sahur bagi jemaah yang bermalam di masjid.
“Kami menyediakan snack, kopi, air minum, hingga menu sahur agar jemaah yang iktikaf bisa lebih nyaman,” bebernya. (gus/one)
Editor : Jawanto Arifin