KANIGARAN, Radar Bromo– Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin berencana lebih tegas menertibkan pedagang liar yang berjualan di luar area Pasar Baru.
Rencananya, pemkot akan menambah 10 persen personel Satpol PP dan membangun pos jaga di kawasan Pasar Baru.
Langkah itu diambil setelah banyak pedagang resmi Pasar Baru mengeluhkan maraknya pedagang liar yang berjualan di trotoar Jalan Pasar Baru.
Mereka menilai penertiban selama ini belum efektif karena petugas hanya melakukan patroli keliling.
Salah satu pedagang, Nur Laili, 37, mengatakan, pedagang liar tetap berjualan di luar pasar meski petugas Satpol PP datang melakukan patroli. Menurutnya, Satpol PP datang hanya keliling.
Tidak ada ketegasan untuk menindak para pedagang tersebut. Bahkan, ada juga pedagang yang hanya pindah ke dalam saat ada petugas Satpol PP patroli.
Tetapi setelahnya, pedagang kembali keluar dan berjualan di trotoar.
”Satpol PP-nya tidak berani Pak Wali. Pedagang tetap banyak jualan di luar trotoar itu,” katanya saat bertemu Wali Kota Probolinggo Aminuddin.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Tatik, 52. Ia meminta petugas Satpol PP tidak hanya patrol. Namun berjaga secara tetap di kawasan pasar agar tidak terjadi aksi kucing-kucingan dengan pedagang liar.
“Bukan cuma datang keliling saja. Petugas harus stand by supaya pedagang tidak kembali berjualan di trotoar,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengakui masih banyak pedagang yang bermain kucing-kucingan dengan petugas.
Untuk itu, pemerintah kota berencana menambah jumlah personel Satpol PP sekitar 10 persen agar dapat ditempatkan secara khusus di kawasan Pasar Baru.
Selain itu, pemkot juga akan membangun pos jaga agar petugas bisa berjaga secara permanen di lokasi.
“Nanti personel akan ditambah dan perlu juga dibangun pos jaga supaya mereka bisa stand by seperti di alun-alun,” kata Aminuddin. (mas/hn)
Editor : Muhammad Fahmi