PROBOLINGGO, Radar Bromo- Kerusakan jalan nasional di Kota Probolinggo terus dipantau. Namun sejauh ini masih banyak jalan berlubang yang berpotensi membahayakan para pengendara.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur pun memperbaikinya. Sabtu (7/3), sejumlah lubang jalan ditambal menggunakan aspal panas. Salah satu lokasi sasarannya Jalan Raya Lumajang. Perbaikan dilakukan setelah sebelumnya petugas melakukan survei untuk memetakan kondisi kerusakan jalan di sejumlah ruas di Kota Probolinggo.
Pengawasan Jalan Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur Soleh mengatakan, terdapat beberapa titik jalan di Kota Probolinggo perlu ditangani. Di antaranya, Jalan Ir. Sutami, Jalan Prof. Hamka, Jalan Raya Bromo, Jalan Anggrek, serta Jalan Raya Lumajang.
“Sebelum ditambal, kami melakukan survei terlebih dahulu untuk menentukan titik-titik kerusakan. Ternyata, cukup banyak lubang di beberapa ruas jalan dan sebagian cukup dalam,” ujarnya.
Sabtu (7/3), tim melakukan penanganan di Jalan Raya Lumajang. Proses perbaikan dimulai dengan membersihkan lubang dari kotoran, debu, maupun material lepas yang dapat mengganggu proses penambalan.
Khusus lubang berukuran besar dan dalam, petugas terlebih dahulu membongkarnya menggunakan jack hammer. Agar permukaan jalan menjadi lebih rata dan siap ditambal. “Setelah dibersihkan dan dirapikan, lubang diberi lapisan emulsi terlebih dahulu. Kemudian, ditutup menggunakan aspal panas,” jelas Soleh.
Penggunaan aspal panas dipilih karena memiliki daya rekat yang lebih kuat. Serta, lebih tahan terhadap tekanan kendaraan maupun genangan air. Setelah aspal dituangkan, permukaan jalan dipadatkan menggunakan baby roller agar hasil penambalan lebih kuat dan rata. “Setelah dipadatkan, jalan bisa langsung dilewati kendaraan,” katanya.
Dalam satu hari, tim membawa sekitar 8 hingga 10 ton aspal panas untuk menambal kerusakan jalan. Namun pengerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan material. “Kalau aspalnya habis, pengerjaan kami lanjutkan di hari berikutnya,” ujarnya.
Menurut Soleh, kerusakan jalan yang terjadi umumnya disebabkan tergerusnya aspal akibat air hujan serta tingginya intensitas kendaraan yang melintas. Jika tidak segera ditangani, lubang-lubang itu bisa semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan.
Terlebih kini masih musim hujan dan menjelang arus mudik Lebaran, di mana volume kendaraan diperkirakan meningkat. “Kalau dibiarkan, lubang bisa membahayakan pengendara. Apalagi saat hujan, lubang sering tertutup air, sehingga tidak terlihat. Karena itu, kami berupaya melakukan penambalan agar jalan lebih aman dan nyaman dilalui,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga