TONGAS, Radar Bromo- Pembangunan parapet atau tanggul penahan air di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, terus dilanjutkan. Jumat (6/3), puluhan warga kembali bergotong-royong mengerjakan peninggian parapet di wilayah tersebut.
Kepala Desa Tambakrejo Arifin mengatakan, pengerjaan kali ini difokuskan di Dusun Krajan. Warga membangun parapet sepanjang kurang lebih 80 meter. “Dari total kebutuhan peninggian sekitar 270 meter, saat ini tersisa sekitar 15 meter lagi di sisi utara yang belum selesai,” ujarnya.
Menurutnya, parapet lama sebenarnya masih dalam kokoh. Namun kurang tinggi, sehingga ditambah agar mampu menahan luapan air. “Kami menambah sekitar 50 sentimeter menggunakan batu paras yang kemudian dicor,” jelasnya.
Pengerjaan peninggian parapet dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Sekitar 50 warga terlibat dalam kegiatan tersebut. Jumat (6/3), kegiatan kerja bakti dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 10.00. Warga berencana melanjutkan sisa pekerjaan pada pekan berikutnya. “Sisanya nanti akan dilanjutkan minggu depan lagi,” kata Arifin.
Peninggian parapet ini dilakukan untuk mengantisipasi luapan air yang kerap terjadi saat debit sungai meningkat. Selama ini, air sering meluap hingga ke permukiman warga serta area pemakaman yang berada di sekitar aliran sungai.
Arifin mencontohkan, Rabu (4/3) lalu, air kembali meluap karena masih terdapat sekitar 95 meter parapet yang belum tersambung, sehingga air masih memiliki celah untuk keluar dari tanggul. “Kalau nanti semuanya sudah tersambung dan selesai dipasang, insyaallah air tidak akan meluap lagi ke jalan, rumah warga, maupun ke makam umum di sekitar lokasi,” terangnya.
Sebelumnya, pembangunan parapet di Desa Tambakrejo difokuskan pada empat titik lokasi. Yakni, di RT 4/RW 2 Dusun Wringinan, RT 11/RW 2 Dusun Krajan, serta RT 12 dan RT 13/RW 4 Dusun Prapatan, yang berada di dekat pintu air. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan melindungi permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga