Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Masih Terendam, Dua Sekolah di Leces Probolinggo Terpaksa Diliburkan, Siswa Belajar dari Rumah

Inneke Agustin • Kamis, 5 Maret 2026 | 21:22 WIB

TERGENANG: Kondisi halaman SMPN 1 Leces, Kabupaten Probolinggo, yang masih tergenang air pada Kamis (5/3) siang.
TERGENANG: Kondisi halaman SMPN 1 Leces, Kabupaten Probolinggo, yang masih tergenang air pada Kamis (5/3) siang.

LECES, Radar Bromo– Genangan air di sejumlah titik masih terjadi di Dusun Plerenan, Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, setelah terendam banjir Rabu (4/3).

Hingga Kamis (5/3) siang, genangan air masih mencapai sekitar 50 cm. Kondisi itu membuat aktivitas belajar di dua sekolah setempat belum bisa normal.

Dua sekolah yang terdampak adalah SMPN 1 Leces dan SDN Sumberkedawung 5.

Di sini, sebagian ruang kelas masih tergenang. Sehingga sekolah untuk sementara mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke rumah masing-masing siswa.

“Keputusan itu diambil karena mayoritas ruang kelas di sekolah masih terendam air. Jadi sementara murid-murid belajar dari rumah. Guru sudah memberikan tugas kepada masing-masing siswa,” terang Kepala SMPN 1 Leces Uni Sutarti.

Dari total 19 ruang kelas yang ada, menurut Uni, hanya tiga ruang yang tidak terdampak banjir. Yaitu, kelas 9D, 9E dan 9F. Sementara 16 ruang kelas lainnya masih tergenang dengan ketinggian air sekitar 15 cm.

Dengan kondisi itu, menurutnya, kegiatan belajar di sekolah belum memungkinkan dilakukan. Sebab, genangan air dapat mengganggu proses pembelajaran, sekaligus berisiko bagi kesehatan siswa.

“Kalau dipaksakan masuk, khawatir siswa justru sakit. Selain itu, pembelajaran juga tidak akan maksimal karena kondisi kelas masih tergenang,” jelasnya.

Selain ruang kelas, beberapa ruangan lain juga terdampak genangan.

Namun sejumlah fasilitas seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, aula, dan lab IPA, masih aman karena posisinya lebih tinggi.

Uni menambahkan, sekolahnya pernah mengalami banjir serupa pada 2023. Ia menduga, genangan mudah terjadi karena posisi sekolah lebih rendah dibandingkan jalan di sekitarnya.

“Kalau berkaca dari kejadian sebelumnya, biasanya air benar-benar surut sekitar lima hari. Semoga kali ini tidak turun hujan lagi,” katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Sumberkedawung 5. Hingga Kamis siang, halaman sekolah masih tergenang air setinggi sekitar 20 cm, meski genangan di dalam ruang kelas mulai surut.

Guru Kelas 3 SDN Sumberkedawung 5 Achmad mengatakan, hujan deras mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Selasa (3/3) malam. Akibatnya, air masuk ke seluruh ruang kelas.

“Untungnya ketinggian air di dalam ruangan masih di bawah lemari dan meja guru. Sehingga arsip penting dan peralatan elektronik masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Ia menuturkan, genangan sempat surut pada Rabu siang setelah air disedot oleh BPBD Kabupaten Probolinggo. Namun hujan kembali turun pada malam harinya. Menyebabkan air kembali menggenangi sekolah.

Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar di SDN Sumberkedawung 5 juga dialihkan sementara ke rumah siswa selama dua hari terakhir. Murid hanya datang mengambil MBG.

“Murid datang hanya untuk mengambil MBG. Karena sekolah masih tergenang, lokasi pengambilannya dipindah ke rumah salah satu wali kelas yang tidak jauh dari sekolah,” pungkasnya. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#banjir #belajar dari rumah #Diliburkan #Leces #probolinggo #terendam #SMPN 1 Leces