KANIGARAN, Radar Bromo - Dengan program kebiasaan mengaji Quran, SMPN 3 Kota Probolinggo berhasil mengubah perilaku para siswa.
Dulunya, kerap terjadi pelanggaran akibat perilaku siswa. Kini, SMPN 3, berhasil mencetak 165 siswa tahfidz.
Bahkan, SMPN 3 Kota menjadi Lembaga sekolah dengan wisuda tahfidz terbanyak se Jatim tahun 2025.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo datang memberikan apresiasi dan penghargaan pada 165 wisudawan tahfidz tersebut, Rabu (4/3).
Kepala Disdikbud Kota Probolinggo, Siti Romlah mengatakan, dengan kolaborasi antara sekolah, komite hingga lingkungan sekitar, SMPN 3 Kota berhasil mengubah perilaku siswa dengan wisudawan tahfidz terbanyak se-Jatim.
Sekitar 3 – 4 tahun lalu, SMPN 3 tersebut kerap terjadi laporan adanya pelanggaran akibat perilaku siswa.
Lambat laun, pelanggaran atas perilaku siswa itu tak ada lagi. Siswa diarahkan untuk belajar mengaji Quran hingga menghafal.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kemarin, dari 2 ribu lebih wisudawan tahfid se Jatim, SMPN 3 Kota Probolinggo dengan jumlah siswa wisudawan tahfidz terbanyak se Jatim. Akhir tahun kemarin, ada 165 siswa yang wisuda tahfid. Ada yang hafal 1 juz hingga 4 juz. Itu capaian luar biasa,” katanya.
Romlah mengaku, beberapa sekolah di Kota sudah memulai pogram tahfidz tersebut.
Harapannya, hal ini dapat mengubah perilaku siswa yang kurang baik menjadi baik. Serta menularkan perilaku baik pada siswa lainnya.
“Karakter-karakter dengan perilaku bermasalah, dengan gerakan pogram mengaji teruji bisa merubah perilaku anak. Sekarang sudah ada lagi laporan kasus-kasus berat atas perilaku siswa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kota Probolinggo, Sumantri mengatakan, pogram tahfidz dilakukan dengan pembagian siswa sesuai kemampuan dalam membaca Al Quran.
Ada yang masih pemula belum lancar baca Quran, hingga kelas menghafal Quran. Respon dari walimurid dan masyarakat pun luar biasa mendukung.
Sehingga, pogram mengaji tersebut terus berlanjut hingga meluluskan 165 siswa wisuda tahfidz.
“Kami datangkan langusng dari Darul Quran, untuk mengetes siswa masuk kelas tahfid, tahsin dan mutadzin,” ujarnya. (mas/one)
Editor : Jawanto Arifin