KRAKSAAN, Radar Bromo - Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Satpol PP Kabupaten Probolinggo masih mendapatkan laporan adanya penyakit masyarakat (pekat).
Karena itu, patroli dan pengawasan secara berkala terus dilakukan. Tujuannya, agar ketertiban dan kenyamanan masyarakat terjaga.
Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, pekat memang kerap dikeluhkan masyarakat.
Seperti warung remang-remang, tempat karaoke, prostitusi, dan peredaran minuman keras (miras). Terlebih tempat tersebut berada di lingkungan permukiman padat penduduk.
Adanya tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas pekat dapat menimbulkan suasana tidak nyaman. Menimbulkan kegaduhan dan berpotensi menjadi tempat aksi kriminal.
Sejauh ini, ada sejumlah wilayah yang diwaspadai. Di antaranya, di Kecamatan Leces, Besuk, Kraksaan, Pajarakan, Gending, dan Dringu.
“Laporan pekat masih saja kami terima. Pada momen Ramadan ini, patroli dan pengawasan kami lakukan secara berkala,” katanya.
Laporan yang diterima oleh petugas dilanjutkan dengan pemetaan. Wilayah mana saja yang sering dikeluhkan dan memerlukan penertiban. Selama bulan puasa, penertiban lebih diintensifkan.
Selain untuk menghormati Ramadan, juga merupakan bagian dari menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di Kabupaten Probolinggo.
Saat penertiban, petugas juga turut melakukan pemeriksaan administrasi. Berkoordinasi dengan pihak terkait juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes HIV/AIDS.
Jika ada temuan, dilakukan tindakan lebih lanjut. Upaya ini dilakukan untuk menekan penyakit menular di lingkungan masyarakat.
Operasi pekat juga merupakan upaya petugas untuk menertibkan usaha-usaha yang dapat mengganggu ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Terlebih lagi usaha tersebut masih beroperasi saat bulan puasa.
“Selama masih ada laporan dari masyarakat, tentu tindakan penertiban akan terus dilakukan. Ini demi kenyamanan bersama,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni