KEDOPOK, Radar Bromo - Rencana Pemkot Probolinggo menaikkan honor RT-RW se-Kota Probolinggo, akhirnya terealisasi.
Semula hanya Rp 400 ribu menjadi Rp 1 juta per bulan. Karena itu, dalam setahun anggaran honor untuk 1.230 RT-RW se-Kota Probolinggo mencapai sekitar Rp 14,7 miliar.
Pekan kemarin, RT-RW telah menerima pencairan honor untuk Januari-Februari 2026. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan, pola pencairan honor RT-RW dipercepat menjadi dua bulan sekali dengan nilai Rp 2 juta setiap pencairan.
“Itu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka (RT-RW) di garda terdepan pelayanan masyarakat. Yang menguasai wilayah di lingkup terkecil. Yang kenal betul kondisi warganya, seperti ibu hamil, melahirkan, jumlah balita, warga yang meninggal, itu semua yang tahu ya ketua RT-nya,” katanya.
Aminuddin mengingatkan, peningkatan honorarium ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah. Ia juga mengingatkan, tugas ketua RT-RW tidak ringan.
Banyak pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, bahkan sering melampaui tugas formal yang diemban.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk honor RT-RW Rp 1 juta per bulan.
Dengan jumlah 1.030 RT dan 200 RW, dalam setahun membutuhkan anggaran sekitar Rp 14,7 milair.
“Honorarium ketua RT-RW itu dicairkan dua bulan sekali. Sekali pencairan sekitar Rp 2,46 miliar,” ungkapnya. (mas/rud)
Editor : Moch Vikry Romadhoni