KANIGARAN, Radar Bromo - Ketika hujan deras melanda Kota Probolinggo, sejumlah jalan rawan tergenang. Salah satunya di Simpang Empat Randu Pangger. Ternyata, drainase sepanjang 19 meter di jalan ini tertimbun sedimentasi.
Karena itu, Pemkot Probolinggo berusaha melakukan normalisasi. Tujuannya, untuk mengatasi genangan ketika hujan.
Normalisasi dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kota Probolinggo sejak Sabtu (28/2). Sampai Senin (2/3), belum rampung.
Salah satu pekerja lapangan, Nanang Ardiansyah, 39, mengatakan, panjang saluran drainase yang dinormalisasi mencapai kurang lebih 19 meter.
“Kami keruk menggunakan mini ekskavator,” ujar warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, itu.
Metode mekanis dipilih karena ketebalan sedimen tanah yang menutup saluran cukup tinggi.
Mencapai antara 30 hingga 50 sentimeter. Jika dilakukan secara manual, pengerjaannya akan memakan waktu dan tenaga lebih banyak.
“Apalagi sedimennya sudah memadat. Dengan mini ekskavator, diharapkan pekerjaan bisa lebih cepat selesai,” jelasnya.
Setiap hari, normalisasi dilakukan mulai pukul 07.00 hingga 16.00. Sedimen tanah yang diangkat dari saluran langsung diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Nanang mengatakan, sebelumnya drainase ini tidak berfungsi optimal karena tertutup endapan tanah.
“Sebenarnya, salurannya sudah ada, tapi tertutup tanah, sehingga air tidak bisa mengalir dan menggenang di jalan. Harapannya, setelah dikeruk, aliran air bisa lancar kembali,” ungkapnya.
Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto mengatakan, terdapat dua titik rawan genangan di wilayahnya saat hujan deras. Salah satunya di sisi barat Simpang Empat Randu Pangger.
“Biasanya air menggenang di badan jalan hingga ke arah barat dan berpotensi mengganggu aktivitas warga, termasuk pertokoan di sekitar lokasi,” terangnya.
Selain di Randu Pangger, titik rawan lainnya berada di tikungan Palapa Gorden. Di sana genangan kerap terjadi ketika intensitas hujan tinggi.
Pemerintah kecamatan telah menyurati Dinas PUPR PKP untuk penanganan lebih lanjut. “Saat ini masih dalam tahap peninjauan jalur,” katanya.
Kepala Dinas PUPR PKP Kota Probolinggo Setyorini Sayekti mengatakan, normalisasi drainase dilakukan sebagai langkah preventif agar air hujan tidak meluap ke jalan maupun ke permukiman warga. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga