KRAKSAAN, Radar Bromo–Sebanyak 1.171 siswa SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Probolinggo mengikuti babak penyisihan Kompetisi Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026, Senin (2/3).
Ujian digelar serentak di 93 lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta.
Ribuan peserta tersebut terdiri atas 805 siswa tingkat SD/MI kelas V dan VI. Juga 366 siswa tingkat SMP/MTs kelas VII dan IX.
Babak penyisihan berlangsung dua jam, mulai pukul 10.00 hingga 12.00 di masing-masing sekolah.
Selama pelaksanaan, peserta diawasi ketat oleh guru untuk memastikan ujian berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Kompetisi yang digelar Jawa Pos Radar Bromo bekerja sama dengan BMB Air-Langga itu mengujikan dua mata pelajaran.
Yakni, Matematika dan Bahasa Indonesia. Masing-masing mata pelajaran terdiri atas 20 soal dengan durasi pengerjaan 45 menit.
Kepala SMP Negeri 2 Kraksaan Milyun Wijayanti menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan TKA.
Menurutnya, kompetisi tersebut mampu memacu motivasi belajar siswa.
“Para orang tua juga mendukung. Mereka berharap anak-anak mereka dapat memberikan hasil terbaik pada TKA sesungguhnya yang dijadwalkan sekitar April mendatang,” terangnya.
Sebelumnya, menurut Milyun, sekolah telah menggelar simulasi pada Februari.
Namun keterbatasan jumlah soal membuat siswa belum sepenuhnya memahami karakter soal TKA. Dengan adanya kompetisi ini, persiapan dinilai menjadi lebih maksimal.
Ainun Nisak, peserta dari SMP Negeri 1 Kraksaan mengaku tidak mengalami kendala berarti saat mengerjakan soal.
Ia berharap kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum menghadapi TKA yang sebenarnya.
“Soalnya tidak terlalu sulit. Sekolah kami juga memfasilitasi bimbingan belajar khusus untuk TKA. Semoga bisa masuk final,” ujarnya.
Koordinator Korwilbidikcam Dringu Siti Husnul Chotimah menjelaskan, TKA merupakan bagian dari program awal Kementerian Pendidikan. Ini merupakan bentuk penilaian terstandar capaian akademik siswa.
Menurutnya, hasil TKA juga menjadi tolok ukur keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah.
“Semakin banyak latihan, siswa akan semakin siap menghadapi TKA tingkat pemerintah atau nasional,” katanya.
Dalam kompetisi ini, menurutnya, seluruh SD di Korwilbidikcam Dringu berpartisipasi. Selain siswa kelas VI, beberapa siswa kelas V juga ambil bagian dalam kegiatan ini.
Salah satunya, SD Negeri Kedungdalem II. Di sekolah ini, sebanyak 56 siswa kelas V dan VI mengikuti kompetisi. Guru kelas VI, Mamik Sri Ningsih menyebut, kegiatan ini penting untuk mengukur kemampuan akademik siswa sejak dini.
Hasil kompetisi nantinya akan dijadikan bahan evaluasi. Materi yang belum dikuasai siswa akan menjadi fokus pembinaan lebih lanjut.
“Bagian yang masih kurang akan kami gembleng lebih intensif agar saat TKA sesungguhnya hasilnya lebih baik,” ujarnya.
Salah satu peserta, Nafilah Rizkiyah Maulidah mengaku, sempat mengalami kesulitan pada beberapa soal Matematika, khususnya materi suhu. Namun ia tetap optimistis dengan hasilnya.
“Soalnya ada yang cukup sulit, seperti menghitung suhu dalam pelajaran matematika. Tapi yang lainnya cukup mudah, karena seminggu sebelum acara ini saya sudah membuat rangkuman untuk dibaca kembali,” tuturnya.
Di tingkat SMP, salah satu sekolah yang ikut serta adalah SMP Negeri 1 Dringu. Sebanyak 16 siswa mengikuti penyisihan, terdiri atas 13 siswa kelas 9 dan tiga siswa kelas 8.
Sjahriah Riani, salah satu guru SMP Negeri 1 Dringu berharap, kompetisi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Khususnya dalam membangun kesiapan mental dan akademik.
“Harapannya, dengan mengikuti TKA ini, para murid bisa lebih siap dan mudah beradaptasi dengan suasana ujian maupun tipe soal TKA yang sesungguhnya. Jadi mereka tidak kaget lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, persiapan menghadapi TKA 2026 harus dilakukan secara matang karena berkaitan dengan jenjang pendidikan berikutnya. Melalui kompetisi ini, siswa diharapkan mampu memetakan kemampuan diri sekaligus mengasah keterampilan yang dimiliki.
“Dengan begitu, mereka bisa mengetahui kemampuannya dan memiliki bekal skill yang cukup. Harapannya, mereka dapat memilih sekolah lanjutan yang sesuai dengan keinginan mereka,” pungkasnya. (uno/gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi