LECES, Radar Bromo - Kawanan maling hewan ternak kembali beraksi di wilayah hukum Polres Probolinggo.
Mereka menggondol dua ekor sapi limousin milik warga Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Sanin, 61. Namun hingga Minggu (1/3), korban belum melapor ke kepolisian.
Kawanan maling beraksi pada Sabtu (28/2), sekitar pukul 03.00. Bertepatan dengan waktu sahur. Bahkan, saat kejadian, korban bersama keluarganya sedang menyantap sahur.
“Setelah selesai makan sahur, korban mengecek kandang di depan rumahnya. Ternyata, dua sapi peliharaannya sudah tidak ada,” ujar Ketua RT setempat, Bakar.
Pintu kandang ditemukan rusak. Gemboknya dipotong hingga patah. Tali kekang sapi juga ikut diputus.
Aksi para pencuri ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) milik warga sekitar lokasi kejadian.
Dari rekaman itu, terlihat dua orang pelaku menuntun sapi korban melintasi jalan kampung.
“Kalau dari CCTV, terlihat dua orang. Tapi kami tidak tahu, apakah ada pelaku lain yang menunggu di kendaraan,” ujar Bakar.
Mengetahui sapinya hilang, korban bersama warga sekitar langsung melakukan pencarian. Jejak kaki sapi sempat ditemukan mengarah ke sisi barat rumah korban. Warga menyisir sejumlah jalan desa hingga ke desa-desa tetangga.
Namun upaya pencarian tidak berhasil. Seorang warga sempat melihat dua sapi korban diangkut menggunakan pikap dan melaju ke selatan. “Kemungkinan dibawa ke wilayah Lumajang,” kata Sabar.
Diketahui, kedua sapi itu terdiri atas satu jantan dan satu betina. Sanin memelihara keduanya sejak berusia delapan bulan dan kini telah berumur sekitar dua tahun.
Akibat kejadian ini, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 40 juta.
Kepala Desa Tigasan Wetan Nasan mengatakan, kasus pencurian masih kerap terjadi di wilayahnya. Ia berharap ada langkah konkret dari kepolisian, baik secara preventif melalui peningkatan patroli, maupun represif melalui penyelidikan intensif.
“Saya sudah bersurat ke Polsek, Polres, hingga Polda Jatim, terkait ini. Sebab, di sini memang sering terjadi pencurian,” ujarnya.
Meski kabarnya telah menyebar, Kanit Reskrim Polsek Leces Aiptu Fajar Prajawanto mengaku belum mendapatkan laporan resmi dari korban.
“Meski belum ada laporan resmi, anggota kami sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” ujarnya, Minggu (1/3).
Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mendorong korban segera membuat laporan resmi. Agar proses penyelidikan dapat dilakukan secara maksimal. “Sementara, untuk patroli rutin di wilayah Leces, sudah kami laksanakan,” katanya. (gus/rud)
Editor : Fahreza Nuraga