TIRIS, Radar Bromo-Kondisi ambrolnya ruas jalan di Dusun Kedung Kokap, Desa Segaran, Tiris, Kabupaten Probolinggo terus jadi perhatian. Pemkab setempat kini menyiapkan trase (jalur) jalan baru.
Jalur alternatif akan dibangun dengan memanfaatkan lahan milik warga agar akses vital Tiris-Krucil itu segera tersambung kembali.
Langkah ini diambil setelah tembok penahan tanah (TPT) di lokasi tersebut ambrol pada Kamis (26/2) siang.
Menyebabkan separo badan jalan sepanjang kurang lebih 30 meter longsor dan tak bisa dilalui kendaraan. Akses tersebut juga jalur utama menuju kawasan wisata Ranu Segaran.
Bupati Probolinggo Mohammad Haris meninjau langsung lokasi longsor bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait Jumat (27/2).
Dari hasil peninjauan, pemkab memutuskan untuk menggeser geometri jalan ke titik yang dinilai lebih stabil.
Di sana akan dibangun trase jalan baru. Menggantikan jalan lama yang sudah ambrol.
Menurut Gus Haris, tahap awal penanganan dilakukan dengan menyewa lahan warga agar pembangunan jalur baru dapat segera dikerjakan. Tidak perlu menunggu proses pembebasan lahan secara permanen.
“Untuk sementara, kami sewa dulu lahannya supaya akses cepat tersambung. Setelah akses normal, baru lahan akan dibeli agar penanganan bersifat jangka panjang,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra menjelaskan, trase baru selebar sekitar 4 meter akan dibelokkan ke sisi lahan warga. Di jalur baru tersebut juga akan dibangun TPT penguat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Geometri jalan kami geser ke titik yang lebih stabil. Sekalian kami perkuat dengan TPT baru,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Segaran Budi Utomo menyebut, lahan yang akan digunakan merupakan milik dua warga setempat.
Keduanya telah menyepakati sistem sewa sementara agar proses pembangunan bisa segera berjalan.
Pemkab berharap, dengan penggeseran trase dan pembangunan penguat tebing di titik yang lebih aman, akses menuju kawasan wisata di Tiris kembali normal.
Selain itu, aktivitas warga tidak lagi terhambat, meski potensi longsor di wilayah perbukitan tetap menjadi perhatian. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi