KANIGARAN, Radar Bromo - Kota Probolinggo dinilai mempunyai komitmen kuat dalam mengelola sampah. Hal itu terlihat dari penilaian kinerja pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI. Kota Mangga meraih predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih.
Penilaian tertuang berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1048/2026 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kota Probolinggo Tahun 2025 dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih.
Kriteria penilaiannya meliputi anggaran dan kebijakan, sumber daya manusia (SDM), dan fasilitas pengelolaan sampah, capaian kinerja pengelolaan sampah, dan kebersihan. Total hasil penilaian akhir untuk Kota Probolinggo, 61,61.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menerima sertifikat Kota Probolinggo Menuju Kota Bersih langsung dari Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq. Penghargaan itu diterima di Balai Kartika, Jakarta, Rabu (25/2).
Aminuddin mengatakan, penilaian pengelolaan sampah di daerah dan hasil penilaian tahun 2025 adalah Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Menuju Kota Bersih, Kabupaten/Kota dalam Pembinaan dan Kabupaten/Kota dalam Pengawasan. Namun belum ada daerah yang mendapat Adipura dan Adipura Kencana.
Kota Probolinggo menjadi salah satu dari 35 daerah di Indonesia, sebagai penerima Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih. Karena itu, kementerian meminta pemerintah daerah melakukan perbaikan tata kelola sampah secara komprehensif.
“Kita patut berbangga. Kita sebagai salah satu kota yang menerima predikat menuju kota bersih. Dari 514 daerah, hanya 35 yang dapat ya. Ini merupakan perjuangan dan hasil kerja masyarakat Kota Probolinggo,” ujarnya.
Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari mengatakan, indikator dan tata cara penilaian tahun 2025 adalah adanya perubahan kriteria anggaran menjadi penilaian yang cukup besar.
Sebab, anggaran pengelolaan sampah adalah 3 persen. Kemudian, SDM harus ada penyuluh yang efisien dan efektif dalam melakukan pengelolaan persampahan dan capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga