MAYANGAN, Radar Bromo - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berupaya merealisasikan wisata edukasi Menara Air.
Kemarin (25/2), tim DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota, turun meninjau lokasi Menara Air tersebut.
DLH mensuport taman untuk mempercantik dan mendukung wisata edukasi budaya dan air di Kota Probolinggo.
Humas Perumda Bayuangga Kota Probolinggo, Agus Sugianto mengatakan, PUDAM sangat serius untuk menjadikan Menara Air itu sebagai wisata edukasi cagar budaya dan air.
Untuk merealiasikan itu, pihaknya ingin kawasan menara itu bisa dipercantik. Karena itu, pihaknya mengajukan ke DLH.
“Kami menggandeng DLH supaya membuat area menara jadi lebih hijau lewat Program BERSOLEK,” katanya.
Agus menambahkan, tim DLH sudah turun langsung merespons dengan survei di lokasai kawasan Menara air tersebut.
Nantinya, sisi barat pintu masuk rencananya akan dihiasi pot-pot bunga cantik dengan pola simetris.
“Kami mengajukan ke DLH, supaya kawasan Menara lebih hijau. Sehingga, pengunjung yang datang lebih betah, sejuk dan nyaman,” harapnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Probolinggo, Retno Wandansari saat dikonfimrasi mengatakan, tim DLH sudah tinjau ke lokasi Menara air.
Hal ini, bertujuan untuk memastikan kebutuhan taman atau penghijauan seperti apa yang dibutuhkan.
Nantinya, pihaknya berkomitmen untuk ikut support dan merealisasikan wisata edukasi cagar budaya dan air di kawasan Menara Air tersebut.
“Tim sudah turun, nanti tinggal kita tindaklanjuti, apa yang bisa disuport,” terangnya.
Diketahui sebelumnya, menara air (water toren) Randu Pangger Kota Probolinggo merupakan peninggalan masa kolonial Belanda.
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Bayuangga berencana menjadikan Menara air tersebut sebagai wisata edukasi cagar budaya dan air.
Disdikbud Kota pun mendukung rencana tersebut untuk sebagai media pembelajaran sejarah di Kota Probolinggo.
Menara air yang dibangun tahun 1928 saat zaman Belanda itu memiliki luas lahan sekitar 50 x 30 meter.
Sedangkan tinggi menaranya sekitar 30 meter. Kini Menara air Randupangger tersebut, tidak difungsikan. Sebab sudah ketinggalan zaman.
Sebagai gantinya, PUDAM membangun tandon untuk menampung air dari Sumber Air Ronggojalu, Kabupaten Probolinggo. (mas/one)
Editor : Jawanto Arifin