Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Impikan Jadi Ikon-Masjid Emas, Renovasi Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo Butuh Rp 7,5 Miliar

Arif Mashudi • Kamis, 26 Februari 2026 | 06:00 WIB

BUTUH ANGGARAN: Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo yang rencananya akan direhab menjadi Masjid Emas.
BUTUH ANGGARAN: Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo yang rencananya akan direhab menjadi Masjid Emas.

MAYANGAN, Radar Bromo - Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo bakal direnovasi besar-besaran.

Pemkot Probolinggo menginginkan masjid ini menjadi ikon kota dengan konsep Masjid Emas.

Tidak tanggung-tanggung, estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 7,5 miliar.

Humas Badan Pengelola Masjid Agung Raudlatul Jannah (BPM ARJ) Kota Probolinggo Santoso mengatakan, pihaknya telah beraudiensi dengan Wali Kota Probolinggo Aminuddin.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memaparkan desain renovasi eksterior Masjid Agung.

Ia mengaku telah mengumpulkan insinyur-insinyur pengurus masjid untuk mendesain Masjid Agung.

“Usulan dari perhitungan RAB pengurus, untuk renovasi eksterior diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp 2,5 miliar dan interior sekitar Rp 4,5 miliar. Ditambah DED (Detail Engineering Design) sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta,” ujarnya, Rabu (25/2).

Ketua BPM ARJ Kota Probolinggo K.H. Abdul Azis RM mengatakan, desain eksterior yang telah dipaparkan telah melalui proses diskusi dan penyerapan aspirasi dari seluruh pengurus.

Mulai dari usulan tanpa pagar, penyesuaian pagar, hingga pembesaran tulisan Raudlatul Jannah.

“Semua kami tampung agar hasilnya menjadi yang terbaik,” jelasnya.

Ketua Tim Teknis BPM ARJ Kota Probolinggo Robby Bustami menerangkan, desain eksterior yang diusulkan mengusung tema selaras dengan konsep interior sebelumnya. Sehingga terwujud kesinambungan antara bagian dalam dan luar masjid.

“Referensi arsitektur itu terinspirasi dari Masjid Agung Sultan Qaboos di Oman. Khususnya pada aspek bentuk dan warna,” ungkapnya.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengaku ingin Masjid Agung Raudlatul Jannah menjadi ikon kota dengan konsep masjid emas yang megah dan membanggakan.

“Saya ingin Masjid Agung ini menjadi ikon dan menimbulkan kebanggaan untuk warga Kota Probolinggo,” ujarnya.

Selain estetika dominan warna emas, kata Aminuddin, pihaknya mengusulkan integrasi kawasan masjid dengan alun-alun menjadi plaza semiterbuka yang representatif. Ruang kosong di antara dua menara diusulkan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas mini klinik bagi jemaah.

“Penataan parkir juga diarahkan terintegrasi dengan kawasan sekitar. Termasuk akses menuju Stasiun Probolinggo dan alun-alun, guna mendukung pengembangan konsep wisata religi terpadu,” ungkapnya.

Pembangunan masjid dan alun-alun, kata Aminuddin, bukan sekadar proyek fisik. Melainkan bagian dari upaya mengukir sejarah dan memperkuat identitas daerah.

“Semangat renovasi ini saya harapkan menjadi simbol kebersamaan serta membawa manfaat besar bagi masyarakat Kota Probolinggo dan sekitarnya,” harapnya.

 

Butuh Kajian Struktur Secara Menyeluruh

Usulan rencana renovasi Masjid Agung Raudlatul Jannah Kota Probolinggo tetap harus disesuaikan dengan kemampuan APBD.

Baik dilaksanakan dalam satu tahun anggaran, maupun bertahap selama dua tahun.

Rencananya, DED usulan renovasi ini akan disusun melalui P-APBD 2026. Sedangkan realisasi pembangunan direncanakan dianggarkan dalam APBD 2027.

Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Suwigtyo mengatakan, kejelasan konsep sangat penting agar rencana renovasi dapat disesuaikan kemampuan APBD.

Baik dilaksanakan dalam satu tahun anggaran maupun bertahap selama dua tahun.

“Momentum penyusunan APBD 2027 sekarang, dapat menjadi peluang untuk mengakomodasi program tersebut. Termasuk kemungkinan penganggaran pada perubahan apabila memungkinkan,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Kota Probolinggo Setiorini Sayekti membenarkan adanya usulan renovasi dengan anggaran mencapai sekitar Rp 7,5 miliar.

“Itu satuan harga estimasi awal versi tim dari pengurus takmir Masjid Agung. Nanti harus didetailkan lagi dengan DED dan asistensi teknis dengan Dinas PU,” ujarnya.

Meski demikian, kata Rini, tak kalah penting adanya kajian struktur secara menyeluruh, mengingat usia bangunan yang cukup lama.

Jangan sampai tampilan luar sudah bagus, interior sudah baik, tetapi strukturnya bermasalah.

“Juga perlu penguatan struktur, pengecekan kelistrikan, serta evaluasi kondisi atap sebelum dilakukan covering,” jelasnya. (mas/rud)

 

ESTIMASI ANGGARAN REHAB MASJID

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pemkot #masjid emas #anggaran besar