TIRIS, Radar Bromo–Bencana hidrometeorologi membuat sejumlah infrastruktur di dataran tinggi Kabupaten Probolinggo alami kerusakan.
Ruas jalan terdampak tanah longsor tak hanya terjadi di Desa Segaran, Kecamatan Tiris yang memutus ruas jalan kabupaten, dengan kendaraan roda empat tak bisa melintas.
Di Kecamatan Tiris, longsor juga terjadi di Desa Tiris dan Desa Ranugedang, .
Menyikapi kondisi yang kian mengkhawatirkan itu, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali turun ke lapangan.
Selasa (24/2) siang, petugas melakukan assesmen lanjutan sekaligus pengukuran ulang untuk memantau pergerakan tanah di titik-titik longsor tersebut.
Salah satunya ada di ruas jalan kabupaten Desa Ranugedang. Dari hasil pengukuran terbaru, ditemukan lubang longsoran yang kian melebar hingga 4 meter dengan kedalaman mencapai 2,2 meter.
Kondisi ini sangat krusial lantaran longsor telah menggerus tanah tepat di bawah bahu jalan.
Sehingga aspal yang tersisa sangat rawan ambrol jika dibebani kendaraan berat.
Sebagai langkah antisipasi, petugas juga memasang garis pengaman (BPBD line) mengelilingi lokasi untuk meminimalisir risiko kecelakaan bagi warga yang melintas.
Kejadian longsor tempat ini sejatinya terjadi sekitar dua pekan lalu. Hal itu dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah dataran tinggi Tiris.
Kecamatan Tiris sendiri tercatat sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Probolinggo yang paling terdampak fenomena hidrometeorologi musim ini.
Beberapa titik bencana dilaporkan terjadi di wilayah ini meliputi; Desa Andung Biru, Tiris, Ranu gedang dan Segaran.
Akibatnya, sejumlah infrastruktur seperti jembatan, jalan dan bangunan mengalami kerusakan.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga tengah menyusun skala prioritas berdasarkan hasil assesment tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahyo Saputra, menyatakan bahwa pihaknya sudah dan tengah melakukan inventarisasi.
Sekaligus penghitungan kebutuhan anggaran untuk penanganan darurat melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
"Mengingat anggarannya juga terbatas, kami assemen-mitigasi dulu. Akan kami inventarisir kebutuhannya berapa. Dengan demikian mana yang paling urgen untuk kebutuhan masyarakat itu yang jadi prioritas utama," terang Hengky saat ditemui di lokasi longsor Desa Segaran Selasa (24/2).
Menurutnya, dalam waktu dekat, pihaknya segera akan melakukan perbaikan dua jembatan dari enam jembatan rusak yang ada di Desa Andungbiru.
Itu dilakukan sembari menunggu proyeksi cuaca normal alias tidak terlalu ekstrim. Dan 2026 ini, pemerintah tengah melakukan perbaikan ruas jalan Condong-Segaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Yang saat ini sudah masuk tahap proses lelang.
Pihaknya juga terus berkoordinasi untuk memastikan konektivitas antar-desa tidak terputus total akibat rentetan bencana yang terjadi musim ini. (ube/mie)
Editor : Muhammad Fahmi