KANIGARAN, Radar Bromo - Jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Kota Probolinggo yang bakal berangkat tahun ini berkurang. Ada satu CJH harus gagal berangkat karena meninggal dunia, Sabtu (21/2). Porsi hajinya dapat dilimpahkan kepada ahli waris dan dijadwalkan berangkat tahun depan.
CJH yang meninggal itu adalah Sudarsih, 62, warga Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.
Ia meninggal karena sakit. Sebelum meninggal, Sudarsih sempat beberapa hari menjalani perawatan di RSU Wonolangan, Kecamatan Dringu.
Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, sebelum meninggal, Sudarsih sempat mengikuti Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji di Ruang Puri Pemkot Probolinggo, Rabu (18/2). Kala itu, ia masih dalam keadaan sehat.
“Saat pembinaan almarhumah datang. Setelah itu kondisi kurang sehat dan sempat dirawat di rumah sakit,” katanya.
Dengan meninggalnya almarhumah, Didik mengatakan, porsinya akan diisi oleh CJH cadangan.
Namun kuota yang dimiliki almarhumah tidak hilang. Melainkan akan diganti dengan anak kandung atau saudara kandungnya atau ahli warisnya.
Hal ini sesuai regulasi yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor 148 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelunasan BPIH Reguler Tahun 1439 Hijriah/2018 Masehi.
“Penggantinya tidak bisa berangkat tahun ini. Jadi nanti masuk jadwal keberangkatan ke Tanah Suci tahun depan atau musim haji 2027. Karena pramanifest, visa, dan nusuk sudah dalam proses penyesuaian,” jelasnya.
Tahun ini, awalnya ada 316 CJH asal Kota Probolinggo yang bakal berangkat menunaikan ibadah haji.
Dari seluruh jemaah itu, sekitar 20 jemaah masuk lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti). Bahkan, dua jemaah di antaranya harus menggunakan kursi roda. Kini, ada yang meninggal satu orang, sehingga tersisa 315 CJH. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga