PROBOLINGGO, Radar Bromo-Niat Arifin, 35 memelihara satwa liar dilindungi malah berubah jadi bumerang. Hewan bernama latin macaca nemestrina itu malah balik menyerang.
Beruk itu mencakar dan melukai Arifin dan istrinya yang merupakan warga Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.
Lantaran panik, Arifin lantas menghubungi petugas damkar untuk mengevakuasi hewan yang juga dikenal sebagai monyet ekor babi itu.
Petugas Tindak Internal (PTI) Damkar Satpol PP Kota Probolinggo, Nurul Purwantoro menyampaikan bahwa beruk tersebut merupakan peliharaan pribadi Arifin.
Beruk itu dipelihara sejak kecil dan kini usianya sudah menginjak empat tahun.
“Selama ini dia selalu jinak. Entah kenapa pagi sekitar pukul 08.27 itu beruk tersebut mengamuk, sehingga pemilik melapor ke kami untuk proses evakuasi,” katanya.
Tim damkar pun bergerak menuju lokasi. Di lokasi posisi beruk masih terikat di salah satu kursi di halaman rumah Arifin.
Menurut keterangan dari Arifin, beruk tersebut menyakar tangan istri Arifin sampai terluka parah.
“Sampai harus dibawa ke rumah sakit dan dijahit. Sementara Arifin mengalami luka di bagian betis sebelah kanan akibat dicakar,” ujarnya.
Semula beruk tersebut hendak dievakuasi ke mako damkar. Namun, Arifin berubah pikiran karena diduga masih sayang dengan beruk peliharannya tersebut. Alhasil beruk tersebut hanya dipindahkan ke dalam kandang.
“Meski begitu untuk memasukkan beruk ini tidak mudah. Kami menggunakan jerat dan memasukkannya ke dalam kandang. Baru sekitar pukul 09.15, lokasi dinyatakan kembali kondusif,” terang Nurul.
Ke depan, pemilik akan melihat perilaku beruknya tersebut. “Katanya kalau tetap jinak ya akan dipelihara terus. Tapi kalau marah-marah lagi, akan diberikan ke damkar untuk dibantu rilis ke alam liar,” jelasnya. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi