Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kasus Pencurian Koper Wisatawan Bromo asal Thailand, Pemdes Ngadisari Sesalkan Tak Dilapori Dulu sebelum Kasus Viral

Inneke Agustin • Selasa, 24 Februari 2026 | 13:24 WIB

Sejumlah tokoh Tengger bersama Kepala Disporapar Heri Mulyadi saat duduk bersama membahas permasalahan yang terjadi akibat hilangnya enam koper wisatawan Bromo asal Thailand.
Sejumlah tokoh Tengger bersama Kepala Disporapar Heri Mulyadi saat duduk bersama membahas permasalahan yang terjadi akibat hilangnya enam koper wisatawan Bromo asal Thailand.
 

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Insiden pencurian koper dan tas wisatawan Bromo asal Thailand jadi perhatian pemerintah mulai tingkat desa hingga Kabupaten dan DPRD Probolinggo.

Kades Ngadisari Sunaryono cukup menyayangkan adanya kejadian tersebut. Terlebih kasusnya sempat viral di media sosial dan dinilai berdampak buruk pada citra wisata Bromo.

Menurutnya, korban tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa maupun paguyuban travel. Tiba-tiba saja kejadian itu diviralkan di media sosial.

“Seharusnya koordinasi dulu dengan pihak berwenang. Kami sering memfasilitasi jika ada kejadian serupa, meski tidak sebesar ini,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, pemdes mengundang stakeholder terkait untuk membahas persoalan tersebut.

Di antaranya, Disporapar Kabupaten Probolinggo dan Muspika Sukapura. Bahkan, desa juga menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo.

Sunaryono menegaskan, pihaknya akan mengawal proses hukum agar para pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Jangan sampai berhenti di kepolisian saja. Harus dikawal sampai kejaksaan dan pengadilan. Kalau hukum nasional tumpul, kami masih punya hukum adat,” tegasnya.

Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi mengapresiasi langkah cepat Polres Probolinggo dalam mengungkap kasus ini.

“Semoga dengan tertangkapnya pelaku, kepercayaan wisatawan terhadap keamanan Bromo kembali pulih,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di destinasi wisata.

Wisatawan juga diimbau tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan.

“Kejahatan bisa terjadi di mana saja jika ada niat dan kesempatan. Semoga ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, perjalanan wisata sepuluh turis asal Thailand ke kawasan Wisata Gunung Bromo berubah jadi kekecewaan.

Enam koper dan tas berisi barang-barang berharga milik mereka, raib tanpa jejak.

Enam koper dan tas itu diduga hilang saat kendaraan yang mereka tumpangi diparkir di kawasan Pendapa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2).

Koper dan tas yang hilang itu berisi berbagai barang berharga milik para wisatawan.

Di antaranya, tas merah milik Kanthuma Puk berisi perlengkapan make up, pakaian, paspor, serta dompet dengan uang tunai sekitar Rp 3,2 juta.

Lalu ransel hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen, berisi kamera Ricoh GR IV senilai Rp 26.550.000. Ada juga satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, dan earphone.

Kemudian, ransel hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, dan pakaian.

Tas kuning milik Naowarat berisi pakaian, serta ransel hitam milik Chanidapa Pavichievac juga berisi pakaian. Terakhir, tas hitam milik Sawatphiphatphon berisi pakaian. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 120 juta. (gus/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#wisatawan #bromo #pencurian #pencurian koper turis Thailand di Bromo #thailand #koper