PROBOLINGGO, Radar Bromo-Dua dari tiga terduga pelaku pencurian enam koper dan tas milik wisatawan Thailand di Kawasan Gunung Bromo Probolinggo, ternyata berprofesi sebagai sopir travel. Keduanya yaitu RH dan ED.
Fakta ini mengejutkan banyak pihak, terutama sesama sopir travel.
Johny, 40, sopir travel asal Desa Pohsangit Leres, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mengaku mengenal para pelaku.
Johny juga merupakan rekan Atim, sopir yang mengemudikan kendaraan wisatawan Thailand saat kejadian. Bahkan, Atim menurut Johny, juga mengenal ED.
“Kami saling kenal ya. Bagaimana tidak, wong satu profesi,” ujar Johny.
Johny bercerita, selama proses pencarian enam koper dan tas yang hilang itu, Atim bahkan sempat menghubungi ED.
Saat itu, Atim menelepon ED dan memberitahukan bahwa enam koper penumpangnya hilang dari dalam mobil yang diparkir di kawasan Pendopo Ngadisari, Kecamatan Sukapura.
Salah satu koper yang hilang dilengkapi perangkat GPS. Saat dilacak, titik koordinatnya terdeteksi berada di sekitar Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
“Atim bilang ke Ed bahwa titik koordinatnya berada dekat rumahnya. Atim juga telepon saya supaya standby di Bogowonto. Awalnya kami kaget, tidak menyangka saja,” katanya.
Tidak hanya itu. Johny sempat mendatangi rumah ED bersama petugas kepolisian.
Namun karena masih memiliki hubungan pertemanan, ia memilih menunggu di luar rumah. Sementara polisi melakukan penggeledahan.
“Mulai dari teras, dalam rumah, sampai belakang dan samping rumah, sudah dicek. Hasilnya nihil, enam koper dan tas yang hilang tidak ditemukan,” jelasnya.
Ia menduga barang-barang tersebut saat itu berada di rumah RH. RH sendiri diduga sebagai eksekutor pembobolan kendaraan. Sementara ED diduga jadi penadahnya.
“Diduga RH yang membobol mobil di Ngadisari. Kemungkinan ED hanya menerima barangnya. Soalnya saat kejadian itu, ED juga sedang bawa wisatawan,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, perjalanan wisata sepuluh turis asal Thailand ke kawasan Wisata Gunung Bromo berubah jadi kekecewaan.
Enam koper dan tas berisi barang-barang berharga milik mereka, raib tanpa jejak.
Enam koper dan tas itu diduga hilang saat kendaraan yang mereka tumpangi diparkir di kawasan Pendapa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Minggu (15/2).
Koper dan tas yang hilang itu berisi berbagai barang berharga milik para wisatawan.
Di antaranya, tas merah milik Kanthuma Puk berisi perlengkapan make up, pakaian, paspor, serta dompet dengan uang tunai sekitar Rp 3,2 juta.
Lalu ransel hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen, berisi kamera Ricoh GR IV senilai Rp 26.550.000. Ada juga satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, dan earphone.
Kemudian, ransel hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, dan pakaian.
Tas kuning milik Naowarat berisi pakaian, serta ransel hitam milik Chanidapa Pavichievac juga berisi pakaian. Terakhir, tas hitam milik Sawatphiphatphon berisi pakaian. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 120 juta. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi