Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Puluhan CJH Asal Kota Probolinggo Berisiko Tinggi, Dua Jemaah Siapkan Kursi Roda

Arif Mashudi • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:55 WIB
CALON TAMU ALLAH: Salah seorang CJH asal Kota Probolinggo menggunakan kursi roda.
CALON TAMU ALLAH: Salah seorang CJH asal Kota Probolinggo menggunakan kursi roda.

KANIGARAN, Radar Bromo- Sejumlah 316 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Probolinggo dipastikan akan berangkat tahun ini. Dari ratusan CJH itu, ada sekitar 20 jemaah yang kesehatannya berisiko tinggi (risti) dan lanjut usia (lansia). Bahkan, dua CJH di antaranya menggunakan kursi roda.

Kamis (19/2), ratusan CJH tersebut mendapatkan pembinaan kesehatan. Kepala Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kota Probolinggo Didik Heriadi mengatakan, secara umum 316 CJH siap berangkat berhaji tahun ini. Dari ratusan CJH itu, enam di antaranya merupakan petugas haji. Mulai tenaga kesehatan haji, petugas haji, ketua kelompok terbang (kloter), pembimbing haji, serta dokter penanggung jawab.

“Jumlah jemaah haji yang akan berangkat tahun ini ada 310 jemaah ditambah petugas 6 orang,” katanya.

Dari 310 CJH, kata Didik, ada dua jemaah yang berangkat harus membawa kursi roda. Kemudian, sekitar 20 jemaah di antaranya masuk lansia risti. Karena itu, nanti peran pendamping ataupun petugas haji sangat dibutuhkan untuk menjaga semua jemaah haji, khususnya CJH risti.

“Jemaah haji yang menggunakan kursi roda ada pendampingnya, juga ada petugas haji yang siap membantu,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Probolinggo dr. Intan Sudarmadi mengatakan, pembinaan kesehatan CJH sangat dibutuhkan. Tujuannya, untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah dan mencegah penyakit menular. Serta, memastikan pembinaan kesehatan dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat mempersiapkan diri secara optimal, baik fisik maupun mental,” terangnya.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menekankan pentingnya istitaah atau kemampuan dalam menunaikan ibadah haji. Salah satu yang harus dipenuhi adalah kemampuan atau istitaah, baik kesehatan mental maupun fisik.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan jemaah dapat berangkat, termasuk pada rencana keberangkatan tanggal 22 April mendatang dalam keadaan sehat,” jelasnya. (mas/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#risti #kesehatan #cjh #probolinggo #lansia