SUKAPURA, Radar Bromo - Selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577, banyak wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo.
Sayang tidak sedikit pengunjung yang meninggalkan sampah di kawasan wisata internasional ini.
Rabu (18/2), tim gabungan melakukan bersih-bersih kawasan Bromo. Hasilnya, berhasil mengumpulkan dan mengangkut 2 ton lebih sampah.
Padahal, pekan lalu telah dilakukan bersih-bersih di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kala itu terkumpul 1 ton sampah.
Dengan hasil bersih-bersih ini, menandakan masih banyak wisatawan yang belum sadar kebersihan dengan membuang sampah sembarangan.
Kepala Resort Tengger Laut Pasir pada Balai Besar TNBTS Haryono Prawito mengatakan, pascalibur panjang Imlek, pihaknya menggelar bersih-bersih dengan melibatkan banyak pihak.
Mulai dari Muspika Sukapura, Desa Ngadisari, desa penyanggah, pelaku jasa wisata, dan lainnya. Hasilnya, terangkut 2.038 kilogram sampah.
“Sampah yang berhasil kami kumpulkan dan angkut lebih banyak dibanding pekan kemarin. Sekarang 2 ton sampah kami angkut dengan 8 mobil pikap,” katanya, Rabu (18/2).
Hariyono mengatakan, Wisata Bromo dikenal hingga mancanegara. Hanya saja harus ditanamkan jaga kebersihan kepada semua kalangan. Khususnya wisatawan.
Terbukti, masih banyak sampah yang ditinggalkan wisatawan. Seharusnya, sampah-sampah itu dikumpulkan dan dibawa keluar dari kawasan Bromo.
Sejatinya sudah ada pelaku usaha, seperti driver jip Bromo dan tour gaide yang menyediakan kantong sampah.
Namun tidak sedikit juga pengunjung yang kurang sadar dan peduli untuk tidak membuang sampah sembarangan. Karena itu, butuh terus diingatkan.
“Pengunjung Bromo yang naik kendaraan motor pribadi, lepas dari pengawasan terkait sampah,” katanya. (mas/rud)
Editor : Fahreza Nuraga